by

Pengurus Wilayah GP. Ansor Sulbar “Tolak” kehadiran Ust. Firanda di Tanah Mandar

Kabarsulbar.com- Majene- Pengurus Wilayah GP. Ansor melaksanakan Kegiatan Dialog kebangsaan jumat 30 Agustus 2019 di Cafe Goodwill Majene dengan tema “Menangkal Gerakan Radikalisme Masuk Kampus” yang dibuka lansung oleh Ketua PW. GP. Ansor Sulbar Sudirman AZ. dalam kegiatan tersebut dihadiri sekitar 70 peserta dari berbagai unsur PT.di Majene diantaranya dari Unsulbar, STAIN majene, STAI DDI majene, Ansor, Banser, Garda Bangsa, Ikatan Mahasiswa Nusantara, PMII, HMI dan organisasi Pemuda lainnya.


Kegiatan Dialog yang di hadiri oleh Kapolres Majene,AKBP Asri Effendy, S.I.K, Dandim 1401 Majene, Letkol Inf. Ragung Ismali Akbar, S.Sos., MI.Pol,Ketua Jurusan Ilmu Politik Unsulbar Muhammad, S.IP., M.Si, yang juga sebagai Narasumber pada kegiatan tersebut.


Dalam Sambutannya ketua PW. GP. Ansor Sulbar mengatakan bahwa gerakan Radikalisme harus mewaspadai bersama dan harus mengetahui ciri-ciri paham Radikalisme. Berikut 10 Paham Radikalisme:


1. Selalu mengajak kembali langsung kepada Al-Qur’an dan Hadits, tanpa ittiba’ (mengikuti) pendapat para ulama.

2. Percaya bahwa perubahan (baik agama maupun negara) hanya bisa dilakukana secara menyeluruh ekstrim/melampaui batas kewajaran umum dan drastis, tanpa cara damai dan bertahap.


3. Mereka sering memaksakan pemahaman ekstrim, dengan menuduh orang lain sebagai bid’ah, kafir, sesat, neraka, bahkan ingin mengubah moral masyarakat beragama dengan cara-cara khawarijiyah (berontak), bukan tajridiyyah (bertahap, berproses).


4. Tidak mengakui tradisi yang sudah mengakar, sehingga membahayakan persatuan dan kesatuan bangsa.


5. Semangat beragamanya sangat tinggi, hingga menjadikan yang sunnah seakan seperti wajib, misalnya jenggot, cingkrang celana, brukut jilbab, dan lainnya, sedangkan yang amaliyah fadha’iliiyyah (bersifat utama), dianggapnya bid’ah dan harus “dihijrahkan”.


6. Karena semangat yang kelewat tinggi pula, mereka tidak sungkan memaksakan kehendaknya dengan cara-cara memberangus Aswaja atas nama teks ajaran Islam yang disebut paling murni. Ini yang membahayakan Ahlusunnah Wal Jama’ah yang meniru semangat Walisongo dan Kanjeng Nabi dalam menjalankan dakwah secara bertahap.


7. Mengklaim kebenaran Islam hanya ada di kelompoknya, yang lain salah karena dianggap tidak sesuai sunnah Nabi dan Al-Qur’an.


8. Suka mengedepankan buruk sangka karena merasa dirinya aman dari murka Allah (ghadzabillah) karena merasa dirinya paling nyunnah sejagad akhirat.


9. Sifat radikal menumbuhkan kecemasan (teror) dan penghancuran fisik (vandalisme) kepada orang lain yang tidak sepaham. Mereka berani hancurkan makam auliya’ atas nama pemahaman sempit tentang khurafat mereka. Islam radikal itu 11-12 dengan Islam teroris.


10. Tuduhan mereka, antara lain: tahlil bid’ah, ziarah wali sebagai penyembah kuburan, Allah ada di Arasy, orang tua Nabi dituduh kafir, maulid dan tawassul adalah syirik, hingga Pancasila disebut thogut, NKRI sebagai negara kafir dan lain-lain.


Lebih lanjut, Ketua PW. GP. Ansor Sulbar mengatakan didepan peserta sangat kecewa kepada  Kapolres Polman karena telah memfasilitasi penceramah Ust. Dr. Firanda Andirja MA. Padahal yang di beberapa Daerah diusir karena dalam ceramahnya sering melontarkan dakwah kontroversi bahkan membuat jamaah kecewa dan marah karena beliau sering sampaikan bahwa Bapak Baginda Nabi Muhammad SAW. akan masuk Neraka.

Di sisi lain sang Ust tersebut mengatakan bahwa amaliyah seperti Maulid, Barzanji, siarah Kubur dll itu bid’ah ini membuat yang melaksankan amaliayah tersebut sangat tersinggung,Sehingganya diharapkan kepada Kapolres Polman khusus kepada Bapak Kapolda Sulbar agar dapat melarang dan membatalkan kehadiran Ust. tersebut Di Tanah Mandar yang cinta kedamaian dan kesejukan (rls)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed