by

Wahdah Islamiyah Sulbar Bingung Alasan GP Ansor Tolak Ustaz Firanda

-BERITA-2,130 views

Foto: M. Yamin Saleh

MAMUJU – Wahdah Islamiyah Sulawesi Barat (Sulbar) merespon pernyataan Ketua GP Ansor, Sudirman AZ yang menolak kedatangan Ustaz Firanda Andirja di Polewali Mandar.

Wakil Ketua DPW Wahdah Islamiyah Sulbar, M. Yamin Saleh mengaku bingung, siapa kelompok radikal yang dimaksud Sudirman.

“Ketika membaca 10 poin yang dijadikan sebagai ciri radikalisme, saya kesulitan memahami siapa kelompok yang dimaksud,” ujar M. Yamin lewat pesan rilisnya, Sabtu (31/8/2019).

Kebingungan M. Yamin muncul lantaran Sudirman tidak menyebut siapa penganut paham radikal itu.

Hal tersebut membuat pihaknya sulit mencari kelompok yang mempraktekkan radikalisme.

“Misalnya saja pada poin 1, cirinya adalah selalu mengajak kembali langsung kepada Al-Qur’an dan Hadits, tanpa ittiba’ (mengikuti) pendapat para ulama. Menurut saya ini mustahil ada. Semua kajian Al Quran dan Hadits pasti akan selalu merujuk pada penjelasan ulama,” urainya.

Alasan kedua, beberapa kriteria yang disebutkan sebagai radikal terkesan dipaksakan.

M. Yamin merujuk pada poin 5 pernyataan Sudirman bahwa jenggot, cingkrang celana, brukut jilbab, sebagai perkara sunnah yang seolah dianggap wajib.

Padahal, lanjutnya, kewajiban atas perkara-perkara tersebut sudah disebutkan oleh para ulama mu’tabarah.

“Jenggot misalnya. Ulama Mazhab Syafii sekelas Imam An Nawawi bahkan melarang untuk sekedar memangkasnya. Lalu mengapa ini seolah hal baru bahkan dijadikan ciri radikalisme?” heran M. Yamin.

Alasan ketiga, Sudirman dinilai banyak menyebutkan persoalan-persoalan furu’iyah (cabang agama) sebagai ciri radikalisme.

“Padahal tak ada salahnya berbeda secara furu’. Imam Ahmad dan Imam Syafii berbeda soal qunut, ukhuwahnya tetap terjaga. Tak ada yang saling melabeli dengan laqob-laqob buruk,” cetus M. Yamin.

Untuk itu, kedatangan Ustaz Firanda atas prakarsa Polres Polman, kata M. Yamin, seharusnya dijadikan bahan pertimbangan untuk menilai.

Menurutnya, kepolisian sebagai alat negara dengan infrastruktur yang memadai, tentu tahu siapa dan bagaimana sang ustaz.

“Mereka (kepolisian) lebih mengetahui daripada kita. Bahkan Arab Saudi yang terkenal sangat ketat mengawasi paham radikal dan mengganjar hukuman mati bagi pelakunya, mempercayakan beliau (Ustaz Firanda) sebagai salah satu pengajar di Masjid Nabawi,” terangnya.

Jika ada pendapat Ustaz Firanda yang tak cocok dengan pemahaman sejumlah kelompok, misalnya tentang status keimaman orang tua Rasulullah shallallahu alayhi wa Sallam, M. Yamin meminta tak perlu berlebihan menyikapinya.

“Toh itu bukan pendapat pribadi beliau tapi didukung oleh dalil-dalil yang kuat dan pendapat para ulama Islam yang mu’tabaroh. Saya pernah menonton diskusi beliau dengan salah seorang ulama NU, KH. Idrus Ramli. Terhadap persoalan-persoalan khilafiyah, bahkan uUstaz Firanda tak ingin mempertajam perselisihan,” urai pengurus Wahdah Islamiyah tersebut.

Ia menegaskan, pernyataannya tersebut untuk menjaga keadilan. Radikalisme harusnya didudukkan secara proporsional agar masyarakat tak salah paham dan serampangan menilai satu kelompok.

“Saya bukan murid Ustaz Firanda dan tidak berada pada kelompok atau organisasi dakwahnya. Tapi keadilan termasuk dalam persepsi adalah hak semua dan kita setara di dalamnya,” jelas M. Yamin.

Ia memastikan, kritikan kepada Sudirman AZ itu bukan karena masalah pribadi.

“Saya dan beliau (Sudirman) tak ada masalah. Beliau saya anggap sebagai saudara sendiri apalagi masih dari satu rumpun yang sama. Beberapa kali beliau bertanya dan berkirim salam kepada orang tua saya, pun sebaliknya. Hafidzahullah!” aku M. Yamin Saleh.

Sebelumnya diberitakan, Ketua PW GP Ansor Sulbar, Sudirman AZ secara tegas menolak kedatangan Ustaz Firanda di tanah Mandar.

Ia bahkan kecewa terhadap Kapolres Polman karena telah memfasilitasi kedatangan sang ustaz.

Sudirman meminta kepolisian tidak memberi izin Ustaz Firanda datang ke Polman.

Ketua GP Ansor juga memaparkan 10 ciri paham ajaran radikalisme. (enda/har)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed