by

KOMINFOPERS SULBAR LATIH TEKNISI SPBE OPD LINGKUP PEMPROV

Kabarsulbar.com- Mamuju--Dinas Kominfo Persandian dan Statistik Daerah (Kominfopers) Sulbar menggelar pelatihan Teknisi Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE) OPD Pemprov Sulbar. Kegiatan digelar selama empat hari, 2 hingga 5 Desember 2019. Bertempat di Ruang Meeting Lantai II Kantor Gubernur Sulbar. Peserta pelatihan terdiri atas Tenaga Teknisi Teknologi Informasi (TI) seluruh OPD lingkup Sulbar. Yang terdiri atas tenaga teknisi jaringan, aplikasi dan admin web.

Kadis Kominfo Sulbar, Safaruddin dalam sambutannya saat membuka kegiatan pelatihan menyampaikan, Dinas Kominfopers Sulbar berkewajiban atau bertindak sebagai aktor utama dalam penyelenngaraan SPBE. Penyelenggaan SPBE tersebut diharapkan dapat berjalan sesuai dengan arahan pimpinan Pemprov Sulbar, pemerintah pusat dan amanat perundang undangan. Selain itu, Dinas Kominfopers Sulbar juga mengemban amanah mewujudkan Satu Data Indonesia (SDI).

“Untuk mendukung pelaksanaan tugas dan amanah tersebut, pelatihan teknisi ini maupun pelatihan pengembangan SDM lainnya di kominfo digelar. Arahnya tidak lain untuk mewujudkan SPBE dan satu data indonesia di Pemprov Sulbar. Ini tugas kita bersama bukan hanya kominfo, seluruh OPD diharapkan juga peduli dan berkontribusi. Bekerja bersama untuk menghadapi kekurangan dan kendala dalam penyelenggaraan SPBE. Demikian pula statistik, yang selama ini masih bermasalah,” urai Safaruddin.

SPBE dan SDI, lanjut Safaruddin kini telah menjadi prioritas, sebagai tuntutan di era revolusi industri 4.0. Presiden RI, Jokowi Widodo juga telah menekankan penerapan SPBE baik di level pemerintah pusat maupun daerah dan diharapkan dapat berjalan sesuai Peraturan Presiden Nomor 95 tahun 2018 tentang SPBE. Demikian pula soal data, sesuai dengan Perpres 39 Tahun 2018 tentang Satu Data Indonesia.

“pelatihan teknisi ini bagian dari awal kita melangkah, pondasi bagi pelaksanaan perpres SPBE dan SDI. Kepada para tenaga teknisi di tingkat OPD saya harapkan untuk proaktif melakukan koordinasi, termasuk permasalahan yang terjadi di masing masing OPD. Kalau ada masalah dan tidak dapat ditangani teknisi OPD laporkan ke Kominfo. Jangan disepelekan atau dibiarkan bermasalah. Kalau tidak dilaporkan, itu berarti OPD bisa dinilai kurang peduli terhadap penerapan SPBE atau digitalisasi pemerintahan di Pemprov Sulbar” terang Safaruddin.

Tim Teknisi OPD adalah salah satu bagian kecil dari SPBE. Meski demikian sangat menentukan berhasil tidaknya penyelenggaraan SPBE. Sebagai kompensasi atau motivasi bagi seluruh tenaga teknisi OPD yang berjumlah tiga orang setiap OPD. Tahun 2020, teknisi OPD akan ditetapkan melalui Surat Keputusan Gubernur dan akan diberikan insentif honor yang penganggarannya berada di Diskominfopers Sulbar.

“SPBE dan SDI, adalah kerja bersama sehingga dibutuhkan tim yang solid. Pemberian honor tim teknisi ini juga menunjukkan keseriusan kita untuk mewujudkan digitalisasi pemerintahan di Pemprov Sulbar” sebut Safaruddin.

Safaruddin menambahkan, Diskominfopers Sulbar diawal tahun 2020 akan menggelar Sosialisasi SPBE dengan tujuan agar informasi kebijakan maupun bagaimana implementasi SPBE, dapat menyebar atau menjangkau sebanyak mungkin elemen yang ada di Sulbar.

Kegiatan sosialisasi ini bakal melibatkan narasumber dari kementerian yang terkait SPBE diantaranya Kementerian Kominfo, kemenpan-RB, Bappenas dan Kemendagri. Peserta yang diundang, seluruh pejabat eselon II, III, dan IV Pemprov Sulbar, Dinas Kominfo Kabupaten se-Sulbar dan unsur legislatif. Targetnya perubahan mindset aparat terhadap digitalisasi, serta membangun kesephaman bersama serta sinergitas kebijakan dan implementasi SPBE.

“Mau tidak mau, suka atau tidak suka, kita tak bisa menghindar dari SPBE. Kita tidak bisa lari dari pelaksanaan kegiatan SPBE. Saya minta kepada para peserta pelatihan agar bisa menyebarkan informasi SPBE di masing masing OPD. Sebab sistem manual perlahan akan kita tinggalkan” tutup Safaruddin.

Di tempat yang sama, Kabid Layanan E Goverment Diskominfopers Sulbar, Muh. Ridwan Djafar mengatakan, kegiatan pelatihan dilaksanakan empat hari dimana setiap hari diikuti sebanyak 21 peserta dari 21 OPD. Materi hari pertama dan kedua : Pengenalan jaringan dasar, sementara hari ketiga dan keempat, materi untuk tenaga web admin dan tenaga teknis aplikasi. Pembatasan peserta yang hanya maksimal 21 orang setiap hari dimaksudkan agar proses dan hasil dari pelaksanaan pelatihan dapat lebih efektif.

“SPBE sudah di depan mata, walaupun sebahagian besar PNS maupun Non PNS Pemprov Sulbar tidak mahir IT tetapi ini harus dilawan dalam arti bukan jadi alasan untuk kita tidak bisa, tidak sanggup atau tidak siap ber SPBE. Olehnya, pelatihan dan penyebaran informasi terkait SPBE harus terus dilakukan” sebut Muh Ridwan.

Untuk pengembangan SDM tenaga teknis, selanjutnya pada tahun 2020 Diskominfopers Sulbar akan melakukan pelatihan kompetensi yang pesertanya akan diuji oleh lembaga yang berkompeten menerbitkan sertifikasi nasional dan internasional. ” Jadi pelatihan empat hari ini semacam pemanasan sebelum mengikuti sertifikasi kompetensi di tahun 2020. Kita ingin aparat teknisi IT di Pemprov Sulbar adalah tenaga yang memiliki sertifikasi kompetensi” ucap Muh. Ridwan. (Jum/@@@)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed