by

Kapolsek Karossa “Bantah” Tudingan Terima Setoran

Kabarsulbar.com, Mamuju — Pada tanggal 18 November 2019, tepatnya di hari jum’at, Kepolisian Sektor (Polsek) Karossa berhasil meringkus tiga pelaku penimbunan Bahan Bakar Minyak (BBM) subsidi jenis solar di Dusun Cabalu, Desa Karossa, Kecamatan Karossa, Kabupaten Mamuju Tengah (Mateng).

Ketiga tersangka masing-masing Ansari Latif alias Brekele, H. Anca selaku penanggungjawab SPBU Karossa, dan Allank.

Penangkapan tersebut berawal dari adanya masyarakat Desa Karossa yang datang ke kantor Polsek mempertanyakan, adanya masyarakat yang melakukan monopoli BBM jenis solar yang bekerjasama dengan pihak SPBU karossa.

Menindak lanjuti hal itu, sekitar pukul 21.15 Wita, Kapolsek bersama dengan personil langsung menuju SPBU, dan melihat memang ada keributan antar Ansari Latif alias Brekele dengan masyarakat. Brekere dalam hal ini menghalangi kendaraan masyarakat yang sedang antri untuk melakukan pengisian BBM.

Saat ini kasus penimbunan BBM tersebut, prosesnya telah sampai ke pengadilan, dalam bergulirnya kasus ini juga, sejumlah isu beredar di masyarakat, terkait pernyataan terdakwa Ansari Latif dalam sidang yang menyebut adanya setoran ke pihak Polsek Karossa, sebesar 350 rupiah perliter solar, dari harga yang dijual 5.500 rupiah.

Sehungan dengan isu yang beredar yang dampaknya akan menjadi polemik di masyarakat tersebut, warga di Dusun Cabalu, Desa Karossa, Kecamatan Karossa, dan Kapolsek Karossa angkat bicara terkait kasus Penimbunan BBM ini.

Kapolsek Karossa Iptu Mukhtar Mahdi, membantah keterangan Saksi terdakwa dalam persidangan yang menyebut pihak Polsek Karossa dapat bagian dalam penjualan BBM subsidi jenis solar tersebut.

“Saya tahu konsekuensinya, melakukan penegakan hukum adalah sudah seperti itu, ada plus minusnya. Jadi saya konfirmasi, apa yang dituduhkan mengenai adanya fulus 350 rupiah perliternya itu saya nyatakan tidak benar, saya tidak pernah tahu dan saya tidak pernah punya kesepakatan dengan pihak pengelola SPBU H.Anca, kalau dikatakan saya menerima dari Pertamina, silahkan konfirmasi H.Muhtar selaku pemilik SPBU,” jelas Kapolsek Karossa Iptu Mukhtar Mahdi, saat dikonfirmasi wartawan di salah satu warkop di Mamuju, Selasa (03/12/19) malam.

Iptu Mukhtar Mahdi dengan tegas mengatakan, selama pihaknya dalam posisi benar, segala bentuk kosekuensi akan dihadapi.

“kalau ada buktinya saya pertanggung jawabkan dan silahkan laporkan, saya pasrahkan sama Allah yang maha kuasa selama saya dalam posisi benar saya akan tegar menghadapi ini” tegasnya.

Di kesempatan yang sama, Bapak Toe (85) warga Dusun Cabalu, Desa Karossa menyampaikan, dengan adanya kejadian yang memonopoli BBM subsidi tersebut, dirinya sangat dirugikan sebagai masyarakat yang sebahagian hidupnya bergatung pada ketersediaan BBM.

“Mati kelaparan itu orang kalau ada yang monopoli pak (BBM;red), contoh setelah penen, mau bawa buah, kendaraan antri (BBM;red) tiga hari tapi tidak dapat, karna ada yang monopoli” ujar Bapak Toe mewakili perasaan warga yang dirugikan atas kejadian ini.

Masih di tempat yang sama, Andi (39) yang juga masyarakat karossa ini, mengungkapkan bahwa tidak menerima jika terdakwa atas kejadian ini dalam prosesnya diberi penangguhan.

“Saya tidak teeima, saya masyarakat merasa rugi, kurang lebih satu bulan pak dia (terdakwa;red) melakukan ini” ungkapnya. (BH/End).

Comment

Update Terbaru