by

Tingkatkan jiwa kemandirian dan Akhlaq mulia, SD PT. lestari Tani Teladan Gelar Perjusami Perkemahan di Kabupaten Donggala

Kabarsulbar.com- Donggala– SD PT. Lestari Tani Teladan Gelar perjusami perkemahan selama tiga hari Jumat 10 hingga mingu 12 januari 2020,dan terlihat Cuaca pagi itu cerah, peserta kemah juga terlihat riang gembira menggendong ransel dan perlengkapan kemah mereka di lingkungan perusahaan PT. Lestari Tani Teladan.


Sekolah dasar(SD) PT. LTT merupakan sekolah swasta bianaan milik perusahaan industri perkebunan kelapa sawit, yang merupakan anak perusahaan PT Astra Agro lestari (PT.AAL)Group Tbk, Area Celebes 1 ( C1) bertempat di afdeling Alfa Desa Towiora, kecamatan Rio Pakava, Kabupaten Donggala, Sulawesi Tengah (SULTENG).


Peserta kemah sudah mulai berkumpul untuk mendirikan tenda sebelum acara pembukaan. Setelah mengumpulkan alat-alat untuk pembuatan tenda seperti, patok, bambu, alat penggali, pemotong, merekapun mulai mendirikan tenda secara beregu.


Hari mulai menjelang siang, tenda-tenda pun sudah terpancang kokoh siap untuk dihuni. Peserta kemah diperbolehkan beristirahat hingga acara pembukaan dimulai.


Tepat jam 15.00 peserta pramuka siap berkumpul di lapangan untuk melakukan upacara pembukaan. Pada upacara pembukaan tersebut, hadir manajemen PT. LTT untuk memberikan support kepada peserta kemah. Upacara pembukaan dimulai dan berjalan khitmat.


Usai upacara pembukaan, Administratur PT. LTT Bapak Dani Sitorus memberikan sambutan,”diadakannya perkemahan perjusami ini diharapkan bagi peserta kemah, akan membentuk karakter baru yang berakhlaq mulia, artinya peserta harus saling menjaga kekompakan tim, bisa menjaga yang lemah, tidak egois, dan mulai bisa mandiri, kemudian bawalah karakter ini dalam kehidupan sehari-hari meski kegiatan ini selesai”, sambut bapak administratur PT. LTT.


Para peserta kemah, kembali ke tenda masing-masing untuk melakukan aktifitas dapur. Walaupun belum terbiasa, masih sama-sama belajar namun mereka tidak terlihat putus asa. Mereka mencoba untuk membagi tugas dan melakukannya bersama-sama supaya pekerjaan cepat selesai karena setelah itu mereka harus melakukan aktifitas lain pada sore itu, yaitu menerima pemantaban materi dari kakak Pembina.

Perut yang keroncongan membuat mereka begitu menikmati makanan yang mereka masak. Walaupun sederhana, tetapi tetap nikmat ketika di santap bersama-sama. Tidak lama setelah mereka makan, panggilan berkumpul berkumandang dari arah lapangan. Peserta kemah harus segera berkumpul untuk mendapatkan pemantaban materi sandi.


Dalam hitungan detik peserta harus sudah berkumpul. Sebenarnya materi-materi kepramukaan sudah mereka dapatkan dari sebelum perkemahan dimulai, yaitu setiap hari jumat sebagai ekstrakurikuler atau setiap sabtu pagi sebagai materi wajib di SD PT. LTT, Kali ini mereka memantapkan materi tersebut untuk bekal jelajah alam keesokan harinya.

Malam usai pemantaban materi dan sebelum tidur peserta upacara mendapat bonus nobar atau nonton bareng, tontonan yang mendidik. Senyum masih tersungging di wajah mereka, tak terasa mereka mendapatkan ilmu-ilmu yang baru dengan semua aktifitas di perkemahan tanpa paksaan.


Sabtu pagi, cuaca terlihat mendung dan tak lama kemudian menitikkan air hujan yang semakin lama semakin deras. Peserta kemah yang tengah asyik memasak mendadak cemas, karena jelajah alam yang sangat mereka tunggu-tunggu kemungkinan batal jika hujan tidak kunjung reda. Dari balik tenda wajah-wajah melas itu sekali-kali menengadah keatas berharap hujan segera reda.


Setelah beberapa jam menunggu, akhirnya Tuhan memberikan belas kasih pada wajah-wajah yang penuh harap cemas itu. Hujanpun reda dan mereka mulai berkumpul untuk melakukan jelajah alam di sekitar lokasi perkemahan. Regu demi regu mulai melangkahkan kaki mereka maju mencari jejak-jejak tanda yang bertebaran untuk menuju pos-pos. dengan teliti mereka mencari petunjuk arahnya supaya tidak tersesat.


Sampai di pos satu, mereka harus menjawab materi tentang pengetahuan kepramukaan dengan soal yang disajikan dalam bentuk sandi. Usai mendapatkan tanda dan point mereka melanjutkan ke pos dua, yaitu pos tali temali. Sampai di pos tiga mereka akan melakukan PBB atau baris berbaris kemudian mereka melanjutkan perjalanan mereka ke pos empat, mereka akan sedikit kesusahan untuk menuju ke pos yang satu ini karena lokasinya yang becek dan berbelok ke lorong sempit yang jauh dari jalan utama, maka mereka harus cermat untuk mencari petunjuk arahnya. Sampai di pos empat ini mereka harus menempa dirinya karena mereka masuk di pos haling rintang. Keluar dari pos tersebut mereka akan masuk pada pos terakhir yaitu, pos lima.

Di pos ini mereka akan mencium beberapa aroma empon-empon seperti kunyit, jahe, kencur, kayu manis, pala, tomat, jeruk nipis, dll. Selain untuk mengetahui seberapa jauh kemampuan indra penciuman mereka.


Jika peserta sudah menyelesaikan sampai di pos lima, artinya mereka sudah menyelesaikan jelajah alam, walaupun begitu, mereka masih harus melanjutkan perjalanan untuk kembali ke tenda. Mereka masih harus melewati jembatan kecil untuk sampai. Wajah mereka mulai terlihat lelah, namun derap langkah peserta-peserta kemah ini masih tetap mantap semangat. Sesampai di tenda dan setelah membersihkan diri, para peserta kemah segera memasak untuk mengisi energi yang sudah terkuras pada perjalanan jelajah mereka.


Hari sudah menjelang malam, para peserta kemah melingkari kayu yang tertumpuk rapi. Ditengah gelapnya malam tanpa secercah cahaya, upacara api unggun dimulai. Upacara berjalan dengan tenang, seluruh peserta terbawa dalam suasana dan lantunan yang terucap dari ibu kepala sekolah yang memberikan amanat pada upacara itu,”saya harap tetap jagalah silaturahmi dan jaga kekompakan. Terapkan dasadarma pramuka dalam kehidupan sehari-harimu!” seru ibu hasniati, kepala SD. PT Lestari Tani Teladan.


kemudian satu persatu obor milik pengucap dasadarma berbaris untuk menyulutkan api dari obor yang berkobar-kobar tertiup angin ditangan Bu hasni, lalu mereka membuat lingkaran kecil dan bergantian menyalakan api unggun setelah satu persatu mengucapkan dasadarma pramuka. Api unggunpun menyala, semua peserta upacara bersuka cita dan menyanyikan lagu api unggun bersama-sama. Setelah itu satu persatu regu menunjukkan kebolehannya dalam pentas seni disekitar kobaran api yang menyala. Ada yang menyanyi, baca piusi, ada juga yang menampilkan tari tradisional.


Pada hari terakhir, para peserta kemah membongkar tenda dan melakukan upacara penutupan. mereka pulang dengan harapan tertanam karakter baru dalam dirinya sesuai tema perjusami kali ini “Tingkatkan jiwa kemandirian, keterampilan, dan akhlaq mulia. (Rls)

Comment

Update Terbaru