Mamuju Tengah– Mahasiswa KKN Universitas Gadjah Mada (UGM) telah melaksanakan program budidaya hidroponik sederhana sebagai upaya pemanfaatan lahan pekarangan di Desa Tobadak, Mamuju Tengah, Sulawesi Barat. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan masyarakat tentang teknik pertanian modern yang ramah lingkungan dan efisien.
Budidaya hidroponik merupaka metode bercocok tanam tanpa menggunakan tanah, yang memungkinkan masyarakat untuk memanfaatkan lahan terbatas di pekarangan rumah mereka. Dengan meningkatnya kebutuhan akan sayuran segar, teknik ini menjadi solusi yang menarik untuk meningkatkan ketahanan pangan lokal.
Pada tanggal 30 Juli 2024, anggota tim KKN-PPM UGM mengadakan praktik langsung mengenai teknik hidroponik serta pindah tanam bibit. Kegiatan ini dilakukan di salah taman dasa wisma warga dan dihadiri oleh 15 warga, termasuk pengelola desa dan anggota masyarakat.

Materi yang diberikan mencakup alat dan bahan yang diperlukan, jenis tanaman yang cocok untuk hidroponik, serta nutrisi yang perlu ditambahkan. Peserta juga diajarkan cara menanam tanaman secara hidroponik dengan paket hidroponik sederhana yang dapat diterapkan di rumah masing-masing. Pada program ini mahasiswa mempraktikan dua cara budidaya hidroponik yaitu system hidroponik rakit apung dan system hidroponik NFT.

Budidaya hidroponik tidak hanya memberikan hasil yang lebih baik dibandingkan dengan metode konvensional, tetapi juga dapat meningkatkan pendapatan masyarakat. Dengan modal awal yang relatif kecil, masyarakat dapat memulai usaha ini dan berpotensi mendapatkan keuntungan yang signifikan dari penjualan sayuran segar.
Melalui kegiatan ini, diharapkan masyarakat dapat mengembangkan keterampilan baru dalam pertanian modern dan memanfaatkan lahan pekarangan mereka secara optimal. Program ini juga mendapat respon positif dari Kepala Desa Tobadak dan merupakan langkah awal untuk mendorong generasi muda agar lebih aktif dalam usaha pertanian yang berkelanjutan.





Komentar