News
Beranda » Berita » Tekan Angka Putus Sekolah, Mahasiswa KKN-PPM UGM Dorong Wajib Belajar 12 Tahun di SD Inpres Sulobaja

Tekan Angka Putus Sekolah, Mahasiswa KKN-PPM UGM Dorong Wajib Belajar 12 Tahun di SD Inpres Sulobaja

Mamuju Tengah- Dalam rangka menekan angka putus sekolah, khususnya pada jenjang sekolah dasar (SD), Mahasiswa KKN-PPM UGM dari Jurusan Ilmu Ekonomi, Aya Sofia, melaksanakan program “Sosialisasi Pentingnya Wajib Belajar 12 Tahun” pada Sabtu, 27 Juli 2024 di SD Inpres Sulobaja, Kecamatan Tobadak, Mamuju Tengah, Sulawesi Barat.

Program ini dilaksanakan melalui kerja sama dengan pihak sekolah SD Inpres Sulobaja. Tujuan dari pelaksanaan program ini adalah untuk mengurangi angka putus sekolah sekaligus meningkatkan kesadaran siswa tentang pentingnya mencapai pendidikan hingga 12 Tahun.

 

Bentuk kegiatan yang dilakukan meliputi sosialisasi, motivasi, kuis, dan games yang ditujukan kepada siswa kelas enam. Kegiatan diawali dengan memberikan sosialisasi mengenai konsep dan manfaat Wajib Belajar 12 Tahun.

Bhabinkamtibmas Polsek Mamuju Gelar Mediasi Kasus Penipuan di Terminwl Simbuang

Selain itu, sebagai upaya meningkatkan kesadaran siswa untuk terus melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi, mahasiswa KKN juga memberikan motivasi kepada siswa tentang bagaimana menyiapkan atau merencanakan pendidikan untuk diri sendiri. Ia menyampaikan kepada siswa tentang cara membuat perencanaan hidup atau “life plan”, serta menekankan pentingnya berkonsultasi dengan orang tua dan guru mengenai masa depan mereka.

 

Sesi yang paling menarik perhatian siswa adalah kuis dan permainan interaktif atau games yang dirancang untuk mengukur pemahaman mereka tentang materi yang telah disampaikan. Dalam permainan ini, tiga siswa dipilih berdasarkan kecepatan mereka mengangkat tangan dan diminta untuk mempresentasikan “life plan” mereka dalam jangka pendek. Melalui kegiatan ini, terlihat antusiasme dan semangat siswa untuk terus melanjutkan pendidikan ke jenjang sekolah menengah pertama (SMP).

Program “Sosialisasi Pentingnya Wajib Belajar 12 Tahun” ini telah disetujui dan didukung oleh dosen pembimbing lapangan (DPL) tim KKN-PPM UGM Semarak Tobadak, yaitu Ibu Ganies Riza Aristya, S.Si., M.Sc., Ph.D. Program ini juga merupakan bentuk nyata implementasi dari Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs) Nomor 4, yaitu Pendidikan Berkualitas.

Wabup Polman Buka Persami KKRI di Kodim 1402/Polman

Kepala Sekolah SD Inpres Sulobaja, Bapak Ramli S.Pd., menyambut baik program ini dan menilai bahwa Wajib Belajar 12 Tahun adalah fondasi penting dalam menciptakan sumber daya manusia yang unggul dan berkualitas.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

× Advertisement
× Advertisement