Mamuju– Kelangkaan Gas Elpiji 3 Kg bersubsidi kembali menghantui warga Kabupaten Mamuju dalam beberapa hari terakhir. Lebih dari sekadar sulit ditemukan di pengecer, masyarakat mengeluhkan adanya persoalan baru di tingkat pangkalan resmi, di mana pembelian tabung gas “si melon” ini semakin dipersulit dengan berbagai alasan.
Keluhan ini disampaikan oleh sejumlah ibu rumah tangga dan pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di wilayah Kota Mamuju.
Warga yang sudah mengantre di pangkalan resmi seringkali harus pulang dengan tangan kosong atau hanya mendapatkan jawaban yang tidak
memuaskan.
Sugiarto], mengaku dipersulit saat ingin membeli langsung di pangkalan. “Stok katanya ada, tapi kita harus daftar dulu bahkan diminta membawa KTP sesuai alamat pangkalan atau surat keterangan RT/RW]. Padahal kami sangat butuh untuk memasak sehari-hari,” keluhnya.
Dugaan kuat di lapangan menyebutkan bahwa beberapa pangkalan diduga lebih memilih melayani pengecer dengan harga yang sudah dinaikkan, daripada menjual langsung kepada konsumen akhir sesuai Harga Eceran Tertinggi (HET).
Harga Eceran Melambung Tinggi
Akibat kelangkaan dan sulitnya akses ke pangkalan, harga Gas Elpiji 3 Kg di tingkat pengecer melonjak drastis, jauh melampaui HET yang ditetapkan Pemerintah.
” Menimbun ini, tadi lewat k liat orang bonceng tabung 10 biji, ” Tulisnya dalam salah satu grub whatsapp, Jumat 10/10/25.
Masyarakat Mamuju mendesak Pemerintah Kabupaten Mamuju melalui Dinas Perdagangan dan Pertamina untuk segera mengambil tindakan tegas.
Sidak dan Penertiban Pangkalan:
Melakukan inspeksi mendadak (Sidak) ke pangkalan-pangkalan yang nakal dan terbukti melakukan praktik mempersulit warga atau menjual di atas HET.
Jamin Distribusi Tepat Sasaran: Memastikan kuota gas bersubsidi disalurkan secara benar dan sampai ke tangan masyarakat miskin dan UMKM yang berhak, tanpa melalui jalur pengecer ilegal.
Sanksi Tegas: Memberikan sanksi berat hingga pencabutan izin bagi pangkalan yang terbukti melakukan penimbunan atau memainkan harga.
”Kami berharap Pemerintah dan pihak berwenang tidak lagi tinggal diam. Jangan biarkan hak rakyat miskin atas subsidi ini dimanfaatkan oleh oknum-oknum yang mencari keuntungan pribadi,” tutupnya.




Komentar