News
Beranda » Berita » Warga Mengeluh, Stok LPG 3 Kg Langka dan Harga Melambung Jelang Libur Nataru 2025

Warga Mengeluh, Stok LPG 3 Kg Langka dan Harga Melambung Jelang Libur Nataru 2025

Mamuju, Kabarsulbar.com – Menjelang perayaan Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2025/2026, masyarakat di sejumlah wilayah mulai mengeluhkan sulitnya mendapatkan gas LPG tabung 3 kg. Kelangkaan ini memaksa warga harus berkeliling ke pelosok daerah hingga mengantre berjam-jam demi mendapatkan satu tabung gas untuk kebutuhan memasak.

​Kondisi ini mulai dirasakan warga sejak bebrapa hari terakhir. Ibu Siti (45), seorang ibu rumah tangga di Mamuju, mengaku sudah mendatangi lima pangkalan berbeda namun semuanya memberikan jawaban yang sama: stok kosong.

​” Sudah dua hari ini nyari gas susah sekali. Di pangkalan habis terus, kalaupun ada di warung kecil harganya sudah tembus Rp30.000 sampai Rp35.000 per tabung. Padahal biasanya cuma Rp20.000,” keluh Siti saat ditemui di salah satu pangkalan gas, Minggu (20/12).

​Hal serupa dirasakan oleh para pelaku usaha mikro (UMKM). Para pedagang makanan mengeluhkan produktivitas mereka terganggu karena harus menghabiskan waktu berjam-jam mencari bahan bakar untuk berjualan.

​Antrean Panjang dan Harga Tak Terkendali
​Pantauan di lapangan menunjukkan tumpukan tabung kosong memenuhi pelataran agen dan pangkalan. Warga bahkan rela meninggalkan tabung kosong mereka di depan toko sebagai “nomor antrean” agar tidak kehabisan saat truk distribusi datang.

Refleksi 12 Tahun IJS, Irham Aziz: Organisasi Ini Lahir dari Perlawanan Terhadap Intimidasi Pers

​Selain sulit didapat, warga juga menyayangkan lemahnya pengawasan harga di tingkat pengecer. Pangkalan resmi sering kehabisan stok hanya dalam hitungan menit setelah pasokan datang.

Keluhan mengenai kerumitan administrasi di beberapa titik yang mewajibkan penggunaan KTP namun stok tetap tidak tersedia.

​Warga mendesak pemerintah daerah dan pihak terkait untuk segera melakukan langkah nyata, bukan sekadar imbauan. Masyarakat berharap adanya Operasi Pasar secara merata untuk menekan harga dan memastikan stok tersedia sebelum malam puncak pergantian tahun.

​”Jangan sampai saat hari raya nanti kami justru tidak bisa memasak. Kami minta pemerintah segera turun tangan mengecek di mana macetnya distribusi ini,” ujar Ahmad, salah satu warga yang ikut mengantre.

​Hingga berita ini diturunkan, warga masih berharap ada tambahan pasokan (ekstra dropping) dari pihak penyedia energi untuk menutupi lonjakan permintaan di akhir tahun.

Perkuat Disiplin Anggota, Kasi Propam Polresta Mamuju Lakukan Pengecekan Langsung di Lapangan

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

× Advertisement
× Advertisement