Mamuju, Kabarsulbar.com – Langkah nyata dalam meningkatkan kualitas gizi generasi muda terus diperkuat melalui kolaborasi solid antara Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) dan tenaga pendidik. Melalui koordinasi yang terukur, distribusi program Makan Bergizi Gratis (MBG) kini berjalan lebih efisien, memastikan setiap siswa mendapatkan asupan nutrisi berkualitas tanpa mengganggu waktu belajar-mengajar.
Kekompakan ini terlihat dari alur kerja yang terintegrasi. Tim SPPG berperan dalam penyediaan menu seimbang yang memenuhi standar kecukupan gizi, sementara para guru bertindak sebagai garda terdepan dalam mengatur teknis pembagian di lingkungan sekolah.
Kolaborasi Lebih dari Sekadar Distribusi
Kepala SPPG setempat menyatakan bahwa peran guru sangat krusial.
” Kami menyediakan bahan dan masakan berkualitas, namun para gurulah yang memastikan makanan tersebut sampai ke tangan siswa dalam keadaan tertib dan memberikan edukasi langsung mengenai pentingnya pola makan sehat,” ujar salah satu relawan SPPG Bambu Mamuju, Senin, 26/01/26.
Di sisi lain, pihak sekolah menyambut baik sistem distribusi yang teratur ini. Guru tidak hanya membantu pembagian porsi, tetapi juga memanfaatkan momen makan bersama sebagai ajang edukasi karakter, seperti membiasakan budaya antre, mencuci tangan, hingga doa bersama.
Poin Utama Keberhasilan Distribusi:
Ketepatan Waktu: Penjadwalan ketat antara pengiriman SPPG dan jam istirahat sekolah.
Standar Higiene: Pengawasan bersama dalam memastikan kebersihan tempat makan dan peralatan.
Data Akurat: Sinkronisasi harian antara daftar hadir siswa dan jumlah porsi yang disediakan untuk meminimalisir sisa makanan (food waste).
Program MBG ini diharapkan dapat terus meningkatkan fokus belajar siswa dan menekan angka stunting secara nasional melalui intervensi gizi berbasis sekolah.




Komentar