Mamuju
Beranda » Berita » Menjemput Cahaya di Ujung Fajar: Relawan SPPG Bambu Berjuang Demi Menyukseskan Program Makan Bergizi Gratis (MBG)

Menjemput Cahaya di Ujung Fajar: Relawan SPPG Bambu Berjuang Demi Menyukseskan Program Makan Bergizi Gratis (MBG)

Mamuju, Kabarsulbar.com – Saat sebagian besar penduduk masih terlelap dalam dinginnya suasana subuh, riuh rendah aktivitas sudah mulai terasa di dapur Satuan Pelayanan Program Gizi (SPPG) Bambu Mamuju. Para relawan, yang menamakan diri mereka sebagai “Penjemput Cahaya di Ujung Fajar,” telah memulai perjuangan harian mereka demi memastikan ribuan anak sekolah mendapatkan asupan nutrisi terbaik melalui program Makan Bergizi Gratis (MBG).

​Perjuangan ini bukan sekadar rutinitas memasak. Bagi para relawan di SPPG Bambu, setiap butir nasi dan potongan sayur yang disiapkan adalah investasi masa depan bangsa.

​Dedikasi Tanpa Batas di Garis Depan Nutrisi.
​Sejak pukul 24.00, para relawan sudah berjibaku dengan kepulan asap dapur dan ketatnya standar higienitas. Tantangan geografis dan logistik tidak menyurutkan semangat mereka untuk mendistribusikan paket makanan sebelum bel masuk sekolah berbunyi.

​” Kami percaya bahwa kecerdasan anak bangsa dimulai dari piring makan mereka. Lelah itu pasti, tapi melihat senyum anak-anak saat menyantap makanan sehat ini adalah bayaran yang tidak ternilai,” ujar Muliati Koordinator Relawan SPPG Bambu Mamuju, Rab, 28/01/26.

​Poin Utama Perjuangan Relawan SPPG Bambu Mamuju:
​Ketepatan Waktu: Memastikan distribusi dilakukan tepat waktu meski harus menembus medan yang menantang di fajar hari.

Polresta Mamuju Berikan Jaminan Keamanan Kegiatan Kajian Islam di Masjid Nurul Muttahidah

​Standar Gizi Ketat: Pengawasan kualitas bahan pangan lokal yang segar dan seimbang sesuai standar ahli gizi.
​Pemberdayaan Lokal: Melibatkan masyarakat sekitar sebagai wujud gotong royong dalam mendukung program nasional.

​Mendukung Visi Indonesia Emas 2045
​Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di wilayah Bambu ini merupakan bagian dari upaya masif pemerintah untuk menekan angka stunting dan meningkatkan kualitas SDM sejak dini. Kehadiran relawan SPPG Bambu menjadi tulang punggung keberhasilan implementasi di tingkat tapak.

​”Relawan kami adalah pahlawan tanpa tanda jasa yang bergerak dalam senyap. Mereka membuktikan bahwa kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat adalah kunci utama menuju Indonesia Emas 2045,” tambahnya.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

× Advertisement
× Advertisement