Mamuju – Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Provinsi Sulawesi Barat melakukan kunjungan silaturahmi ke Kantor Dewan Pengurus Wilayah (DPW) Wahdah Islamiyah Sulawesi Barat, Jalan Musa Karim, Mamuju, Kamis (05/02/2026).
Kunjungan ini menjadi langkah strategis dalam memperkuat sinergi antara pemerintah daerah dan organisasi kemasyarakatan Islam, khususnya di bidang dakwah, pendidikan, kesehatan, dan sosial keagamaan.
Kepala Badan Kesbangpol Sulbar, Darwis Damir, hadir bersama rombongan dan diterima langsung oleh Ketua DPW Wahdah Islamiyah Sulbar, M. Yamin Saleh, didampingi jajaran pengurus harian.
Dalam sambutannya, M. Yamin Saleh menyampaikan apresiasi dan rasa syukur atas kunjungan perdana Kesbangpol Sulbar ke kantor Wahdah Islamiyah.
“Kami menyampaikan terima kasih dan apresiasi setinggi-tingginya atas kunjungan Kesbangpol Sulbar. Ini adalah kehormatan bagi kami dan menjadi energi positif untuk memperkuat kolaborasi ke depan,” ujar Yamin.
Ia memaparkan capaian dakwah Wahdah Islamiyah di Sulawesi Barat yang saat ini telah memiliki struktur kepengurusan di enam kabupaten. Dibidang pendidikan, Wahdah Islamiyah mengelola lembaga pendidikan mulai dari PAUD, TK, SD, SMP hingga SMA yang tersebar di enam kabupaten.
Selain itu, Wahdah melalui Wahdah Inspirasi Zakat (WIZ) sebagai Lembaga Amil Zakat (LAZ) juga telah mendirikan Unit Pengumpul Zakat (UPZ) di enam kabupaten, aktif dalam program pemberdayaan zakat, infak, dan sedekah, pelayanan pengurusan jenazah, hingga penanggulangan musibah.
“Awal tahun 2026 ini, kami juga telah mendirikan satu layanan fasilitas kesehatan di Mamuju serta mengaktifkan koperasi bersama milik Wahdah Sulbar yang terbuka dan memberi manfaat bagi masyarakat,” jelasnya.
Yamin menegaskan bahwa seluruh program tersebut bukan hanya untuk internal kader, tetapi ditujukan bagi kemaslahatan umat secara luas.
“Semua yang kami lakukan bukan semata untuk keluarga besar Wahdah, tetapi sebagai ikhtiar menghadirkan maslahat bagi umat dan masyarakat Sulawesi Barat secara umum,” tegasnya.
Ia juga menegaskan posisi Wahdah Islamiyah sebagai ormas Islam yang berpaham Ahlus Sunnah wal Jamaah, sejalan dengan ormas-ormas Islam arus utama lainnya.
“Wahdah Islamiyah adalah ormas Islam Ahlus Sunnah wal Jamaah, sebagaimana Muhammadiyah, Nahdlatul Ulama, Hidayatullah, dan lainnya. Perbedaan khilafiyah adalah hal wajar dan bukan alasan untuk terpecah,” ujarnya.
Menurut Yamin, tantangan umat Islam saat ini jauh lebih besar dibandingkan perdebatan furu’iyah.
“Masih banyak umat Islam yang belum bisa membaca Al-Qur’an, meninggalkan shalat, hidup di bawah garis kemiskinan, dan tertinggal dalam pendidikan. Menyelesaikan ini adalah tanggung jawab bersama lintas ormas. Sudah saatnya kita kesampingkan perbedaan kecil dan membangun kolaborasi bersama pemerintah,” tambahnya.
Sementara itu, Kepala Badan Kesbangpol Sulbar Darwis Damir menjelaskan bahwa kunjungan tersebut merupakan bagian dari tugas pokok dan fungsi Kesbangpol dalam melakukan koordinasi dan pembinaan terhadap ormas di Sulawesi Barat.
“Kami ingin memastikan bahwa ormas yang ada bukan sekadar terdaftar secara administratif, tetapi benar-benar aktif menjalankan program dan memberi dampak nyata di tengah masyarakat,” ujar Darwis.
Ia menambahkan, kunjungan ke Wahdah Islamiyah Sulbar bertujuan untuk menggali lebih dalam wilayah binaan serta program dakwah dan sosial yang telah dan sedang dijalankan.
“Kami ingin mengetahui secara langsung sasaran program, wilayah binaan, dan kontribusi Wahdah Islamiyah di Sulbar. Dari sini, kita berharap lahir sinergi yang lebih kuat demi stabilitas sosial dan pembangunan daerah,” pungkasnya.
Kunjungan ini diharapkan menjadi awal dari kolaborasi berkelanjutan antara Kesbangpol Sulbar dan Wahdah Islamiyah dalam memperkuat persatuan, ketahanan sosial, dan pemberdayaan umat di Sulawesi Barat. akb




Komentar