Mamuju – Semangat menyambut bulan suci kembali digelorakan. Jajaran pengurus daerah Wahdah Islamiyah Mamuju kembali menggelar Penataran Seputar Ramadhan (PSR) tahun 2026 sebagai bentuk ikhtiar mempersiapkan diri menyongsong bulan penuh berkah. Sabtu, 14/02/2026
Kegiatan tersebut dipusatkan di Masjid Al Ihsan Mamuju dan menghadirkan dai kondang asal Makassar, Dr. Rustam Koly, Lc., M.A., sebagai pemateri utama. Ia dikenal sebagai alumnus Universitas Islam Madinah dengan latar belakang keilmuan di bidang hadis dan hukum Islam.
Beliau juga menjabat sebagai salah satu anggota komis usrah dan ukhuwah Dewan Syari’ah Wahdah Islamiyah, Ketua Prodi Bahasa Arab IAI Stiba Makassar.
Dalam pemaparannya, Dr. Rustam Koly menekankan pentingnya menyambut Ramadhan dengan ilmu sebelum amal. Menurutnya, ibadah yang dilandasi pemahaman yang benar akan melahirkan kekhusyukan dan kualitas yang lebih baik.
“Ramadhan adalah madrasah ruhani. Siapa yang memasukinya dengan persiapan, ia akan keluar sebagai pribadi yang lebih bertakwa,” pesannya di hadapan peserta.
PSR yang rutin digelar setiap menjelang Ramadhan ini menjadi momentum tazkiyatun nafs penyucian jiwa agar hati lebih siap menerima tamu agung tersebut.
Kegiatan ini terbuka untuk seluruh pengurus, kader, keluarga Wahdah Islamiyah Mamuju, serta masyarakat umum yang ingin memperdalam bekal ilmu sebelum Ramadhan tiba.
Ketua DPD Wahdah Islamiyah Mamuju, Muhammad Ali, dalam sambutannya menyampaikan bahwa Ramadhan bukan sekadar hadir dalam kalender tahunan, melainkan momentum perubahan.
“Ramadhan bukan sekadar datang lalu berlalu tanpa bekas. Ia harus disambut dengan kesiapan dan kesungguhan agar meninggalkan jejak kebaikan dalam diri kita,” ujarnya.
Menurutnya, PSR merupakan upaya membekali umat agar ibadah lebih terarah, hati lebih khusyuk, dan amal lebih berkualitas dalam menjalani bulan suci.
Ia juga berharap setiap langkah para peserta menuju majelis ilmu menjadi saksi keseriusan dalam meraih Ramadhan terbaik tahun ini.
Dengan semangat kebersamaan dan tekad memperbaiki diri, PSR 2026 menjadi pengingat bahwa Ramadhan bukan hanya tentang menahan lapar dan dahaga, tetapi tentang membangun kedekatan dengan Allah, memperkuat ukhuwah, serta menata kembali orientasi hidup menuju ridha Allah. pungkasnya




Komentar