Mamuju
Beranda » Berita » Jelang Ramadan, Harga LPG 3 Kg di Tingkat Pangkalan Masih Lampaui HET : Mahal dan Selalu Habis

Jelang Ramadan, Harga LPG 3 Kg di Tingkat Pangkalan Masih Lampaui HET : Mahal dan Selalu Habis

Mamuju, Kabarsulbar.com – Mendekati bulan suci Ramadan, beban masyarakat menengah ke bawah tampaknya kian bertambah. Selain fluktuasi harga pangan, pantauan di lapangan menunjukkan bahwa gas LPG melon atau ukuran 3 kilogram di sejumlah pangkalan masih dijual di atas Harga Eceran Tertinggi (HET) yang ditetapkan pemerintah.

​Di beberapa titik wilayah khususnya di Kecamatan Simboro Kabupaten Mamujux warga mengeluhkan sulitnya mendapatkan harga resmi. Meski pemerintah melalui Pertamina dan Pemerintah Daerah telah menetapkan HET sebesar Rp 18.000], namun di tingkat pangkalan, harga terpantau berada di kisaran Rp20.000. ​Alasan klasik pun bermunculan. Beberapa pengelola pangkalan berdalih kenaikan ini dipicu oleh biaya operasional transportasi tambahan dan stok yang sering datang terlambat. Padahal, secara aturan, pangkalan merupakan garda terakhir distribusi resmi yang wajib menjual sesuai harga regulasi sebelum sampai ke pengecer atau warung kecil.

Salah seorang Warga Mamuju, mengeluhkan penjualan yang ada di pangkalan LPG 3 KG menjual diatas Harge Eceran Tertinggi (HET) dan memberikan berbagai alasan kepada masyarakat yang ingin mendapatkan Gas Melin tersebut.

” Ada dua Pangkalan LPG 3 KG yang di Jl. Re Martadinata, Kecamatan Simboro, yang menjual harga diatas Harga Eceran Tertinggi (HET). Tapi klo saya tdk papaji asal jgn ki mupersulit kasi, Apa klo dìpengencer ki beli 35 ai Tallewa lewa bedanya, ” Kesal salah satu Warga Mamuju, Minggu, 15/02/26.

Ia mengeluhkan. Selain harga diatas HET, setiap warga yang hendak ingin membeli Gas LPG 3 KG di Pangkalan justru pemiliknya mengatakan “Habis’.

” Napèrsulit ma itu kurasa klo selalu nabilang habis Padahal sudah mki minta simpankan. Intinya saya biarmi harga 20 asal jgn dipersulit, ” Keluhnya.

Sambut Ramadhan dengan Ilmu dan Kesiapan, Wahdah Islamiyah Mamuju Gelar PSR 2026

Warga mengharapkan, pengawasan ketat dari pihak terkait dapat menstabilkan harga energi bersubsidi ini serta betul -betul menindak Pangkalan yang nakal sebelum lonjakan konsumsi terjadi pada awal Ramadan mendatang.

3nd@

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

× Advertisement
× Advertisement