PASANGKAYU – Ketua Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Ikatan Jurnalis Sulawesi Barat (IJS) Kabupaten Pasangkayu terpilih, Andi Ansar, menegaskan komitmennya untuk menjaga muruah profesi jurnalis di tengah gempuran era digital. Hal ini disampaikannya sesaat setelah resmi dilantik untuk masa bakti 2025-2029 di Hotel Devonder, Minggu (15/2/2026).
Dalam pidato perdana pasca-pelantikan, Andi Ansar menyoroti kompleksitas tantangan dunia jurnalistik saat ini. Menurutnya, kecepatan arus informasi di media sosial sering kali mengabaikan akurasi, yang memicu munculnya konten-konten menyesatkan.
“Amanah ini adalah tanggung jawab moral yang besar. IJS Pasangkayu harus berdiri di garda terdepan dalam melawan hoaks dan distorsi informasi yang berpotensi memecah belah masyarakat. Kami ingin memastikan masyarakat mendapatkan konsumsi berita yang sehat dan faktual,” ujar Andi Ansar dengan tegas.
Lebih lanjut, ia memaparkan visi organisasinya ke depan untuk membangun sinergitas yang harmonis dengan Pemerintah Kabupaten Pasangkayu. Namun, ia menggarisbawahi bahwa kedekatan dengan instansi pemerintah tidak akan melunturkan independensi jurnalis yang tergabung dalam IJS.
“Sinergi bukan berarti kita kehilangan daya kritis. IJS akan tetap menjalankan fungsi kontrol sosial sebagai pilar demokrasi, namun dengan cara yang konstruktif dan solutif. Kita ingin mengawal pembangunan daerah agar lebih maju dan sejahtera melalui pemberitaan yang objektif,” tambahnya.
Andi Ansar juga mengajak seluruh pengurus yang baru dilantik untuk menjaga solidaritas dan terus mengasah kompetensi. Ia berharap IJS Pasangkayu menjadi organisasi yang profesional dan berintegritas, serta mampu memberikan kontribusi nyata bagi kemajuan daerah di masa depan.




Komentar