– Penyebab Utama: Antrean kendaraan pembeli BBM Solar yang memakan badan jalan utama.
– Lokasi Kejadian: Jalan Trans-Sulawesi (Jalur Dua), Mamuju, Sulawesi Barat.
– Dampak Langsung: Kemacetan lalu lintas serta potensi bahaya kecelakaan bagi pengendara lain yang melintas.
– Harapan Pengendara: Adanya penataan jalur antrean dan pengawasan ketat dari aparat keamanan serta dinas terkait.
MAMUJU, Kabarsulbar.com — Kemacetan kembali mewarnai ruas Jalan Trans-Sulawesi, khususnya di jalur dua Kota Mamuju Mamuju. Kemacetan ini dipicu oleh puluhan kendaraan bermotor, didominasi truk angkutan dan kendaraan mesin diesel, yang mengantre hingga memakan setengah badan jalan demi mendapatkan BBM jenis solar di SPBU setempat.
Penumpukan kendaraan mengular hingga ratusan meter dan menyisakan ruang jalan yang sangat sempit bagi pengguna jalan lainnya. Kondisi ini memicu penumpukan kendaraan dari dua arah serta berpotensi besar menyebabkan kecelakaan lalu lintas, terutama pada jam-jam sibuk.
” Antrean truk solar ini mengambil hampir satu jalur jalan. Jalur dua yang seharusnya lancar jadi sangat padat dan macet. Sangat membahayakan, apalagi saat malam hari karena penerangan minim dan bodi truk besar sering menutupi pandangan,” ujar Romi salah satu pengendara yang melintas, Jumat malam, 16/10/26.
Masyarakat dan pengguna jalan berharap pihak terkait, baik kepolisian maupun pengelola SPBU dan dinas perhubungan, segera turun tangan menertibkan antrean tersebut demi kelancaran serta keselamatan bersama di jalan raya.
” Tadi macet sekali pas pendakian Jalur dua, mobil Kontainer dan truck besar didepan tapi saya tidak bisa melambung soalnya di sebelah kirim puluhan kendaraan yang mengantri Solar yang membuat jalanan sempit padahal jalur dua itu bebas hambatan, ” Keluh Romi.
Selain kendaraan Pengantri Solar, Romi juga mengkhawatirkan para sopir-sopir Pengantri BBM Solar yang sedang duduk di trotoar.
” Takut kita pak, disamping kiri puluhan kendaraan berjejer sementara di sebelah kanan para sopir duduk di trotoar sambil bercerita. Dan yang bikin kita harus hati-hati karena selain gelap, sopir yang duduk di trotoar sambil melentangkan kakinya ke jalan dan hampir saja saya tabrak untuk saja saya pelan-pelan, ” Katanya sambil geleng geleng.





Komentar