Mamuju, Kabarsulbar.com – Aksi unjuk rasa digelar oleh Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) dalam merefleksi dua tahun kepemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka.
Aksi tersebut berlansung di Simpang Lima Mamuju, Jalan. Husni Thamrin, Binanga, kec. Mamuju, Kabupaten Mamuju, Provinsi Sulawesi barat Pada Kamis, 22 Oktober 2026.
Defry selaku Massa aksi PMII mengatakan.” Aksi PMII hari ini membawa 15 tuntutan salah satunya adalah selesaikan kelangkaan BBM, sebab yang terjadi di mamuju hari ini dan bahkan skala provinsi Sulawesi barat itu kelangkaan BBM sangat dirasakan oleh masyarakat.
Kelangkaan BBM di anggap oleh massa aksi PMII itu tidak mampu di atasi oleh negara, mengapa masyarakat kesusahan mencari BBM Karna kurangnya kontribusi negara dalam mengatasi kelangkaan BBM. “Tegas Defry
Masih Defry, tuntutan selanjutnya yakni tentang Desil Karna Desil ini menjadi polemik besar dikalangan masyarakat sebab yang dulunya masyarakat bisa mendapatkan bantuan sekarang bantuannya bisa saja terputus akibat di anggap Desilnya naik.
Sedangkan fakta dari ekonominya itu sangat memprihatinkan jadi massa aksi menganggap bahwa negara gagal dalam menentukan kategori Desil dan tidak betul betul detail.
Untuk itu Desil ini diperhitungkan dengan baik karna banyak masyarakat yang dirugikan, fakta di dapati dilapangan ada masyarakat yang punya mobil namun desilnya masuk dalam kategori satu sampai empat, mereka juga mendapati bahwa banyak rumah kayu tetapi Desilnya masuk dalam kategori enam sampai sepuluh.”Ungkap Defry
PMII juga menyoroti terkait MBG, PMII meminta di momentum dua tahun ke pemimpinan Prabowo dan Gibran rakabuming raka ini agar mengevaluasi Program Makanan Bergizi karna salah satu contohnya yang diduga kuat adik-adik yang ada di mamasa itu keracunan MBG.
Dan memang ini harus direshuffle dari atas sampai bawah untuk mengetahui siapa penanggung jawabnya siapa oknum di dalamnya dan ini yang harus di usut tuntas oleh negara.”Kata Defry
Kemudian Transparansi pembangunan Kopdes Merah putih, PMII sangat mengkritik Kopdes merah putih dikarnakan Proyek Pembangunan Kopdes itu tidak ada transparansi sebab disetiap Pembangunan Kopdes sama sekali tidak dipasangkan Papan Informasi Proyek.
Padahal itu sudah di atur dalam undang-undang yakni setiap orang yang mengelola uang negara itu harus transparan anggarannya karna kita tidak akan mungkin tauh berapa anggaran yang dikelola dan bangunan apa yang akan dibangun.”Tutup nya
Adapun 15 tuntutan tersebut
1.selesaikan kelangkaan BBM
2.Tuntaskan penetapan Desil
3.Tetapkan karhutla sebagai bencana nasional
4.Evaluasi Program MBG
5.Tranparansi Pembangunan Kopdes
6.Selesaikan Konflik Agraria
7.Sahkan UU perampasan Aset
8.Selesaikan Infrastruktur sekolah di daerah terpencil
9.Perjelas regulasi penjualan miras
10.Hentikan Eksplorasi Tambang Logam Tanah Jarang di Sulawesi Barat
11.Tangkap pelaku penyalagunaan KIP
12.Meminta Presiden untuk menuntaskan LGBT yang diduga kuat sebagai sarang penyebaran HIV AIDS
13.Hentikan korporasi yang menghabiskan kekayaan alam Indonesia
14.Selesaikan Penanganan stunting
15.Buka Lapangan Pekerjaan secara merata di seluruh wilayah Republik Indonesia
(BS)





Komentar