MAMUJU — Ketua Harian Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Wahdah Islamiyah, Ustaz Dr. Rahmat Abdurrahman, menilai pertumbuhan Wahdah Islamiyah Sulawesi Barat menunjukkan perkembangan yang signifikan, baik dari sisi jumlah kader maupun eksistensi kelembagaan.
Penilaian tersebut disampaikan saat menghadiri Musyawarah Wilayah (Muswil) IV Wahdah Islamiyah Sulawesi Barat di Mamuju, Sabtu (24/10/2026). Ia hadir untuk mendampingi jalannya proses musyawarah yang menjadi momentum evaluasi dan penentuan arah organisasi ke depan.
Menurut Dr. Rahmat, perkembangan Wahdah Islamiyah Sulawesi Barat tidak hanya terlihat dari pertumbuhan kader, tetapi juga dari kemampuan pengurus wilayah dalam mengelola organisasi secara mandiri.
“Jajaran Dewan Pimpinan Wilayah Wahdah Islamiyah Sulbar terbilang sangat mandiri. DPP sudah tidak terlalu terbebani, apalagi untuk urusan finansial. Sepertinya mereka sudah sangat mandiri,” ungkapnya.
Apresiasi tersebut menjadi gambaran bahwa pertumbuhan organisasi perlu diikuti dengan penguatan tata kelola, kemandirian, dan kemampuan menjalankan program secara berkelanjutan.
Dalam sambutannya, Ustaz Dr. Rahmat juga memberikan pesan kepada para pengurus dan kader wahdah islamiyah di sulbar agar senantiasa menjaga keikhlasan, komitmen, dan kesabaran dalam mengemban amanah dakwah.
Ia mengingatkan bahwa perjalanan dakwah membutuhkan keteguhan hati dan kesungguhan dalam bekerja.

“Tantangan organisasi tidak cukup dihadapi dengan semangat sesaat, tetapi memerlukan komitmen yang terjaga dan kerja sama yang kuat.” ungkapnya
Menurutnya amanah dakwah bukan sekadar menjalankan program atau memenuhi target organisasi. Lebih dari itu, dakwah merupakan bentuk pengabdian yang membutuhkan keikhlasan, kesabaran, dan kesediaan untuk terus belajar serta memperbaiki diri.
Di hadapan sejumlah tokoh ormas Islam dan unsur pemerintah yang hadir, Dr. Rahmat turut menekankan pentingnya kolaborasi dalam menjalankan amanah dakwah.
Menurutnya, kerja sama dengan pemerintah dan berbagai elemen masyarakat menjadi bagian penting dalam memperluas manfaat dakwah.
Tantangan umat yang semakin beragam membutuhkan keterlibatan banyak pihak agar program yang dijalankan dapat menjawab kebutuhan masyarakat.
Pertumbuhan kader dan kemandirian organisasi, harus berjalan seiring dengan peningkatan kualitas pengabdian kepada umat.
Muswil IV Wahdah Islamiyah Sulawesi Barat menjadi momentum untuk memperkuat konsolidasi, menjaga kesinambungan kepemimpinan, serta menyusun langkah strategis menghadapi tantangan dakwah lima tahun ke depan.
Dengan perkembangan yang telah dicapai, Wahdah Islamiyah Sulawesi Barat diharapkan semakin kokoh dalam membangun organisasi, memperluas kolaborasi, dan menghadirkan program yang manfaatnya dapat dirasakan langsung oleh masyarakat.
Sebab, organisasi yang kuat bukan hanya organisasi yang terus bertumbuh, tetapi juga organisasi yang mampu menjaga keikhlasan, membangun kemandirian, dan memperluas pengabdian ditengah umat. (Ali Akbar)





Komentar