MAMUJU, Kabarsulbar.com – Memasuki minggu pertama Januari 2026, masyarakat Kota Mamuju mulai mengeluhkan lonjakan harga komoditas ikan segar di sejumlah pasar tradisional. Cuaca buruk dan gelombang tinggi di perairan Selat Makassar ditengarai menjadi penyebab utama minimnya pasokan dari nelayan lokal.
Berdasarkan pantauan di Pasar Regional (Pasar Baru) dan Pasar Lama (Sentral) , kenaikan harga terjadi pada hampir semua jenis ikan konsumsi, dengan rata-rata kenaikan berkisar antara 30% hingga 50% dari harga normal.
Ibu Siti (36), seorang ibu rumah tangga di Mamuju, menyatakan keberatannya atas situasi ini. “Biasanya beli tongkol tiga puluh ribu sudah dapat banyak untuk lauk seharian. Sekarang harganya naik drastis, terpaksa porsinya dikurangi atau ganti ke telur,” ujarnya.
Rincian Kenaikan Harga
Beberapa jenis ikan yang mengalami kenaikan signifikan antara lain:
Jenis Ikan Harga Normal (per kg/ikat) Harga Januari 2026
Ikan Cakalang Rp 60.000
Ikan Layang (Benggol) Rp 65.000
Ikan Tongkol Rp 50.000
Ikan tuna Rp 70.000 perkilo
Ikan cepa Rp 70.000 perkilo
Ikan batu Rp 60.000 sampai 70.000 perkilo
Menurut para pedagang, stok ikan menurun drastis karena banyak nelayan di pesisir Mamuju memilih untuk tidak melaut demi keselamatan.
”Angin kencang dan ombak tinggi sejak malam pergantian tahun membuat nelayan takut keluar jauh. Pasokan yang masuk ke pasar sangat sedikit, sementara permintaan masyarakat setelah libur tahun baru tetap tinggi,” ujar Ardi, salah satu pedagang di Pasar lama Mamuju, Rabu, 07/01/26.
Selain faktor cuaca, biaya operasional nelayan yang meningkat di awal tahun juga turut memberikan tekanan pada harga jual di tingkat pengecer.
Masyarakat diimbau untuk beralih sementara ke sumber protein alternatif seperti telur atau daging ayam sembari menunggu kondisi cuaca membaik yang diprediksi oleh BMKG akan terjadi pada akhir Januari 2026.




Komentar