MAMUJU, Kabarsulbar.com – Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPwBI) Provinsi Sulawesi Barat resmi menggelar kegiatan Sipaka Media (Sinergi dan Kolaborasi dengan Media), sebuah inisiatif strategis untuk memperkuat diseminasi informasi mengenai perkembangan perekonomian terkini kepada masyarakat luas.
Mengambil filosofi lokal yang erat dengan nilai kebersamaan, Sipaka Media bertujuan menciptakan ruang diskusi yang inklusif antara otoritas moneter dan para jurnalis sebagai garda terdepan pemberitaan.
Menavigasi Ekonomi Lewat Narasi Akurat
Dalam sambutannya, Kepala Perwakilan Bank Indonesia Sulawesi Barat Eka Putra Budi Nugroho, menekankan bahwa di tengah ketidakpastian ekonomi global, media memegang peran krusial sebagai jembatan informasi.
” Melalui Sipaka Media, kami ingin memastikan bahwa data-data ekonomi yang kompleks—seperti angka inflasi, pertumbuhan ekonomi, hingga digitalisasi sistem pembayaran—dapat diterjemahkan menjadi narasi yang mudah dipahami dan memberikan optimisme bagi masyarakat Sulawesi Barat,” ujarnya, Rabu, 17/02/26.
Fokus Utama Diseminasi
Kegiatan ini menyoroti beberapa poin penting terkait kondisi ekonomi terkini, di antaranya:
Stabilitas Harga: Upaya Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) dalam menjaga daya beli masyarakat.
Pertumbuhan Ekonomi Daerah: Analisis sektor-sektor unggulan Sulawesi Barat yang menjadi motor penggerak ekonomi pascapandemi.
Digitalisasi Keuangan: Perluasan implementasi QRIS dan elektronifikasi transaksi pemerintah daerah untuk transparansi fiskal.
Membangun Ekosistem Informasi yang Sehat
Sipaka Media bukan sekadar seremoni, melainkan bentuk komitmen BI Sulbar untuk membangun ekosistem informasi yang sehat. Dengan kolaborasi yang solid, diharapkan misinformasi terkait isu ekonomi dapat diminimalisir, sehingga masyarakat dapat mengambil keputusan ekonomi dengan lebih bijak.
Kegiatan ini ditutup dengan sesi diskusi interaktif dan workshop singkat mengenai cara membaca data makroekonomi, yang diikuti dengan antusias oleh puluhan jurnalis dari berbagai media cetak, elektronik, maupun daring di Sulawesi Barat.




Komentar