Mamuju, Kabarsulbar.com — Ratusan masyarakat Desa Pati’di, Kecamatan Simboro, Kabupaten Mamuju menggelar aksi unjuk rasa terkait dugaan kasus penipuan yang dilakukan oleh pihak PO Bus Rindra Trans rute Mamuju–Makassar.
Hingga saat ini, kasus tersebut dinilai belum memiliki kejelasan meski telah ditangani oleh Polda Sulbar.
Koordinator lapangan, Kasmang, mengatakan bahwa masyarakat Pati’di yang hendak melakukan pembelian tiket perjalanan menggunakan PO bus Rindra Trans tersebut diduga menjadi korban penipuan.
“Dengan modus permintaan uang dari pihak perusahaan kepada calon penumpang, namun setelah pembayaran dilakukan, pelayanan yang dijanjikan tidak terealisasi,” Kata Kasmang, Kamis (26/3).
Ia menambahkan bahwa masyarakat
kerugian yang dialami mencapai Rp 10.000.000, dan terdapat indikasi permintaan tambahan hingga Rp 19.000.000.
Hal ini memicu kemarahan masyarakat, yang menuntut pertanggungjawaban pihak PO Bus Rindra Trans.
“Semata-mata ini pihak perusahaan tidak mau bertanggung jawab atas kerugian yang dialami masyarakat,” tegasnya.
Massa aksi juga menyoroti kinerja aparat penegak hukum khususnya Polda Sulbar yang dinilai
lamban dalam menangani laporan masyarakat.
Mereka mendesak Polda Sulbar untuk bersikap transparan dan segera menetapkan kejelasan hukum dalam kasus ini.
“Keluarga korban turut menyampaikan kekecewaan karena laporan yang telah diajukan belum membuahkan hasil. Bahkan, hingga saat ini, karyawan PO Bus Rindra Trans yang diduga terlibat belum diamankan,” ungkapnya
Aksi unjuk rasa berlangsung dengan pengawalan aparat keamanan.
Warga menegaskan akan terus mengawal kasus ini hingga ada keadilan bagi para korban.
Hingga berita ini diturunkan pihak PO Bus Rindra belum meberikan keterangan resmi.
(Hl)





Komentar