Advetorial Majene
Beranda » Berita » Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan anak serta Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Sulawesi Barat Gelar Pelatihan 25 Kompetensi Dasar Kader Posyandu

Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan anak serta Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Sulawesi Barat Gelar Pelatihan 25 Kompetensi Dasar Kader Posyandu

Majene, Kabarsulbar.com – Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat terus berkomitmen memperkuat layanan kesehatan dan sosial di tingkat akar rumput. Hal ini dibuktikan dengan dibukanya kegiatan Peningkatan Kapasitas Pengelola dan Kader Posyandu yang berfokus pada penguasaan 25 Kompetensi Dasar, bertempat di hotel Villa Bogor Kabupaten Majene dari 10 Maret sampai dengan 11 Maret 2026.

​Acara tersebut dibuka secara resmi oleh Kepala Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (P3A), serta Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) Provinsi Sulawesi Barat. Hj. Darmawati, S. PI, MM Dalam sambutannya, menekankan bahwa revitalisasi Posyandu adalah kunci utama dalam penanganan isu strategis daerah, termasuk penurunan angka stunting dan kemiskinan ekstrem.

​Transformasi Kader melalui 25 Kompetensi Dasar.
​Kegiatan ini dirancang untuk membekali kader dengan keterampilan komprehensif yang mencakup seluruh siklus hidup manusia. Adapun 25 kompetensi dasar yang menjadi fokus pelatihan meliputi:

​Keterampilan Pengelolaan Posyandu: Pengorganisasian dan administrasi posyandu yang akuntabel.

​Layanan Ibu Hamil dan Menyusui: Pemantauan kesehatan ibu dan pencegahan komplikasi.

Komitmen Gubernur Suhardi Duka untuk Aparat Desa, BKK Rp3,3 Miliar Disalurkan di Polman

​Layanan Bayi dan Balita: Teknik penimbangan, pengukuran, dan edukasi pemberian makan bayi dan anak (PMBA).

​Layanan Anak Usia Sekolah dan Remaja:
Edukasi gizi dan kesehatan reproduksi.
​Layanan Usia Dewasa dan Lansia: Skrining penyakit tidak menular dan perawatan kemandirian lansia.

​​Kepala Dinas Sosial & PMD Sulbar Hj. Darmawati, S. PI, MM, menegaskan bahwa kader Posyandu adalah ujung tombak pembangunan desa. Tanpa kapasitas yang mumpuni, program nasional maupun daerah tidak akan berjalan maksimal di lapangan.

​” Kader tidak hanya sekadar menimbang badan, tetapi harus mampu menjadi edukator dan penggerak di desa. 25 kompetensi dasar ini adalah standar minimal agar layanan di Posyandu berkualitas dan dirasakan manfaatnya secara nyata oleh warga Sulawesi Barat,” tegas Kadis dalam arahannya.

Safari Ramadhan di Polman, Rumah Putih Palippis Dipadati Ribuan Warga

​Sinergi Lintas Sektor
​Kegiatan ini diikuti oleh puluhan pengelola dan kader dari berbagai kabupaten di Sulawesi Barat. Selain materi teknis, para peserta juga dibekali dengan strategi komunikasi efektif agar pesan-pesan kesehatan dan sosial dapat diterima dengan baik oleh masyarakat desa.

​Diharapkan, pasca-kegiatan ini, para pengelola Posyandu dapat mengimplementasikan ilmu yang didapat guna mempercepat pencapaian target pembangunan manusia di Sulawesi Barat, menuju provinsi yang lebih maju dan sejahtera.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

× Advertisement
× Advertisement