Mamuju — Kasus dugaan keracunan makanan bergizi gratis (MBG) yang menimpa puluhan siswa SD Negeri Taan Galung dan SMPN 1 Tapalang, Kecamatan Tapalang, Kabupaten Mamuju, Sulawesi Barat, menyita perhatian publik, termasuk kalangan aktivis mahasiswa.
Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Manakarra melalui Ketua Bidang PTKP, Muh Ahyar, menyesalkan insiden tersebut. Ia menyebut kejadian ini sangat memilukan, mengingat siswa-siswa tersebut harus mendapatkan perawatan di puskesmas setelah mengonsumsi makanan dari program MBG.
“Padahal program MBG ini bertujuan untuk meningkatkan gizi dan kesehatan siswa. Namun, justru siswa SD dan SMP di Tapalang diduga menjadi korban,” ujar Ahyar, Rabu (24/9).
Ahyar mengutuk keras pihak pengelola atau penyedia makanan MBG di wilayah tersebut. Ia menilai ada unsur kelalaian yang menyebabkan dampak serius bagi kesehatan para siswa.
Ia pun mendesak pihak koordinator program MBG untuk memberikan pertanggungjawaban penuh dan keterangan yang jelas terkait penyebab insiden ini. Transparansi dan solusi konkret disebutnya sebagai hal yang mutlak diberikan kepada publik, terutama para orang tua dan sekolah yang terdampak.
“Apabila dalam tenggang waktu yang telah kami berikan tidak ada respons atau keterangan yang memadai, kami akan menganggap hal ini sebagai bentuk kelalaian serius,” tegasnya.
Saat ini, sejumlah siswa masih dalam perawatan dan menunggu hasil pemeriksaan lebih lanjut. Masyarakat pun berharap pihak berwenang segera turun tangan untuk menyelidiki insiden ini dan mencegah kejadian serupa terulang kembali.
Diberitakan sebelumnya, jumlah siswa keracunan MBG yang dirawat di PKM Taapalang sebanyak enam orang, kini menjadi 15 orang.




Komentar