Mamasa, 20 November 2024 – Lapas Kelas III Mamasa terus menunjukkan komitmennya dalam menjalankan program pembinaan kemandirian, salah satunya di bidang pertukangan kayu. Untuk memastikan kegiatan ini berjalan aman dan tertib, petugas pengamanan Lapas melaksanakan pengawasan secara intensif selama proses pembinaan berlangsung. Kegiatan pertukangan kayu melibatkan sejumlah warga binaan yang telah terpilih berdasarkan minat dan bakat mereka. Dengan bimbingan dari instruktur, warga binaan diajarkan berbagai keterampilan seperti pemotongan, perakitan, dan finishing kayu. Hasilnya beragam, mulai dari furnitur hingga produk kerajinan tangan.
Pengawasan ketat diterapkan mulai dari persiapan hingga selesai kegiatan. Petugas keamanan memastikan seluruh alat yang digunakan, seperti gergaji, pahat, dan alat pemotong lainnya, dalam kondisi aman dan hanya digunakan sesuai kebutuhan. Inventarisasi alat dilakukan sebelum dan sesudah kegiatan untuk memastikan tidak ada penyalahgunaan.
Kepala Pengamanan Lapas Kelas III Mamasa menjelaskan, “Kami tidak hanya fokus pada pembinaan keterampilan, tetapi juga pada aspek keamanan dan ketertiban. Pengawasan ini penting untuk mencegah potensi risiko yang bisa mengganggu ketertiban di Lapas.” Ucap Hastono selaku Kalapas Mamasa. Selain pengawasan alat, petugas juga memantau interaksi antarwarga binaan selama kegiatan berlangsung. Pendekatan ini dilakukan untuk menjaga suasana kerja yang harmonis, sekaligus mendorong semangat kolaborasi di antara mereka.
Dengan terciptanya rasa aman dan nyaman dalam pelaksanaan pembinaan pertukangan kayu melalui pengawasan petugas diharapkan dapat memastikan kelancaran pelaksanaan pembinaan dan materi yang telah diberikan dapat duterapkan pada kehidupan sehari-hari warga binaan setelah menjalani masa pidananya. Program pembinaan pertukangan kayu di Lapas Mamasa menjadi salah satu upaya nyata dalam membekali warga binaan dengan keterampilan produktif. Dengan pengawasan keamanan yang optimal, kegiatan ini tidak hanya memberikan manfaat bagi warga binaan, tetapi juga mendukung terciptanya suasana tertib di lingkungan Lapas.
Sementara itu, secara terpisah, Kakanwil Kementerian Hukum dan HAM Sulawesi Barat, pamuji Raharja, mendukung dan mengharapak pengembangan ketrampilan ini dapat lebih di tingkatkan lagi. “Ke depan, Lapas Mamasa perlu untuk memperluas program pembinaan ini dengan materi penggunaan peralatan yang lebih modern dan meningkatkan kapasitas pelatihan, guna memberikan dampak yang lebih besar bagi pembinaan warga binaan” ucap Kepala Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM Sulawesi Barat tersebut.
@Kumham_Sulbar @Kemenkumham @Kementerian Hukum dan HAM RI #KanwilSulbar #KumhamSulbar #KanwilKemenkumhamSulbar @NewsKemenkumham #KemenkumhamSemakinPasti #KamiPasti #PamujiRaharja #SupratmanAndiAgtas #KumhamPASTI #KemenkumhamRI #Hastono #LapasMamasa #DiaryLapasMamasa




Komentar