Polewali Mandar, Kabarsulbar.com – Dalam upaya meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan dasar di tingkat desa, Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat melalui Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak serta Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (Dinas Sosial & PMD) menyelenggarakan Pelatihan 25 Kompetensi Dasar bagi Kader Posyandu di Kabupaten Polewali Mandar (Polman).
Kegiatan yang berlangsung dari tanggal 12 sampai dengan 13 Maret di hotel Al Ikhlas Polewali mandar, ini bertujuan untuk membekali para kader dengan keterampilan teknis yang terstandarisasi, sejalan dengan transformasi layanan kesehatan primer yang tengah digalakkan pemerintah pusat.
Pelatihan ini menekankan bahwa kader Posyandu kini tidak hanya bertugas dalam penimbangan berat badan balita, tetapi juga harus mampu memberikan edukasi kesehatan yang komprehensif bagi seluruh siklus hidup manusia.
Kepala Dinas Sosial & PMD Provinsi Sulbar Hj. Darmawati, S. PI, MM menyampaikan bahwa penguasaan 25 Kompetensi Dasar adalah syarat mutlak bagi kader untuk menjadi penggerak pembangunan manusia di desa. Kompetensi tersebut meliputi layanan bagi ibu hamil dan menyusui, balita, remaja, hingga kelompok lanjut usia (lansia).
” Polman memiliki jumlah penduduk dan sebaran desa yang besar, sehingga peran kader sangat vital. Melalui 25 kompetensi ini, kita ingin memastikan setiap kader di Polman mampu melakukan deteksi dini masalah kesehatan, termasuk pencegahan stunting secara lebih presisi,” tegasnya saat membuka acara.
Sinergi Dana Desa dan Sektor Kesehatan
Selain aspek kesehatan, pelatihan ini juga menyentuh sisi Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD). Para kader diarahkan untuk mampu bersinergi dengan pemerintah desa dalam pemanfaatan Dana Desa yang lebih efektif untuk sektor sosial dan kesehatan masyarakat.
Pada kegiatan Pelatihan 25 Kompetensi Dasar bagi Kader Posyandu di Kabupaten Polewali Mandar, dr. Hj. Nursyamsi Rahim Kepala dinas kesehatan, pengendalian penduduk dan keluarga berencana daerah Sulawesi Barat, menjelaskan bahwa salah satu dari 25 kompetensi dasar yang paling vital adalah kemampuan kader dalam melakukan pengukuran antropometri (berat badan dan tinggi badan) secara presisi. Kesalahan kecil dalam pengukuran dapat mengakibatkan data yang tidak akurat, yang berujung pada salahnya intervensi kebijakan.
”Stunting bukan hanya soal anak yang pendek, tapi soal masa depan kecerdasan generasi kita. Kader harus mampu memastikan alat timbang dan ukur digunakan dengan benar. Data yang valid dari Posyandu adalah awal dari penanganan stunting yang tepat sasaran,” tegas Kadinkes di hadapan para peserta.
Adapun materi inti dalam pelatihan ini mencakup:
Keterampilan Pengelolaan Posyandu: Administrasi dan pengorganisasian layanan.
Layanan Siklus Hidup: Edukasi gizi ibu hamil, pemantauan pertumbuhan balita (E-PPGBM), hingga skrining kesehatan remaja dan lansia.
Komunikasi Antar Personal: Teknik penyampaian informasi kesehatan kepada warga agar lebih mudah diterima.
Harapan untuk Penurunan Stunting
Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat berharap, pasca-pelatihan di Polman ini, para kader dapat segera mengimplementasikan ilmu yang didapat di posyandu masing-masing. Langkah ini dipandang sebagai salah satu instrumen kunci dalam menekan angka prevalensi stunting di wilayah Sulawesi Barat melalui intervensi sensitif dan spesifik di tingkat akar rumput.
Sementata itu, kepala Bidang Pemberdayaan dan pembangunan Desa
Hj. Supiati, S. Pd. MM yang juga selaki ketua panitia kegiatan, menekankan bahwa keberhasilan pembangunan desa tidak hanya diukur dari infrastruktur fisik seperti jalan dan jembatan, tetapi juga dari kualitas kesehatan masyarakatnya. Kader Posyandu dinilai sebagai aktor kunci dalam meningkatkan Indeks Desa Membangun (IDM).
” Kami sangat bangga melihat semangat ibu-ibu kader di Polman. Meskipun tugas ini bersifat pengabdian, antusiasme untuk mempelajari 25 kompetensi dasar ini luar biasa. Inilah bukti bahwa kader kita siap menjadi motor penggerak pembangunan di desa,” ujarnya.
Kegiatan ini diikuti oleh ratusan kader utusan dari berbagai desa di wilayah Kabupaten Polewali Mandar, dengan melibatkan fasilitator dari dinas terkait dan tenaga ahli kesehatan.




Komentar