Mamuju – Penyaluran dan penjualan Bahan Bakar Minyak (BBM) yang diduga Ilegal tanpa izin usaha niaga, khususnya untuk minyak bersubsidi Solar sedang marak-maraknya di Sulawesi Barat.
Selain diduga mafia BBM bersubsidi Solar di SPBU semakin marak. Hal itu bermula diketahui adanya keluhan masyarakat yang semakin sulit mendapatkan BBM subsidi solar serta berbagai penampakan janggal yang disaksikan mereka disaat ikut antri pengisian BBM di SPBU.
Atas aduan tersebut, media melakukan pengembangan dengan menyusuri SPBU yang berada di wilayah Sulawesi Barat.
Berdasarkan hasil penelusuran, adanya temuan beberapa titik pangkalan atau gudang terselubung yang dijadikan lokasi penyimpanan sekaligus penjualan minyak bersubsidi Solar ilegal yang di ambil dari SPBU untuk di jual kepada perusahaanperusahaan.
Salah satu sumber yang tidak ingin sebutkan identitasnya mengatakan, Mobil Truck Tangki yang diduga memuat BBM Jenis Solar Subsidi setiap hari melintas di Jalur Trans Sulawesi.
” Truck Tangki yang diduga memuat BBM Solar Ilegal tiap hari melintas di jalan Trans Sulawesi, siang malam melintas di depan rumah dan rata-rata Trucknya berwarna putih biru tapi tulisannya berbeda beda, ” Ungkap Warga Mamuju, Kamis, 09/10/25.
” Sekitar dua bulan yang lalu polisi telah menangkap sebuah mobil Truck Tangki yang memuat BBM Solar Subsidi yang berisi 8 ton, Truck tersebut bertuliskan PT. Bintanf Terang Delapan Sembilan yang saat ini masih berproses di Polda Sulbar, ” Ujarnya.
Dengan berbekal berbagai informasi itu, sehingga Media terjun kelapangan menggali informasih dan melakukan pengecekan . Dari penelusuran berbagai titik lokasi akhirnya mengungkap kevalidan informasi yang ada, disisi lain tercatat ada beberapa identitas.
Dari hasil penelusuran dilapangan, media ini telah mengumpulkan nama- nama perusahaan yang diduga kuat melakukan bisnis BBM Subsidi di wilayah Sulawesi Barat, diantaranya:
PT. IFADA NUSANTARA ENERGI
PT. PUTRA AMANAH JAYA
PT. BINTANG TERANG DELAPAN SEMBILAN
PT. GIBRAN
CV. IRFAN NUSANTARA ENERGI
PT. WINTARA BERKAH ABADI
PT.CENTRA KAYA MAKMUR.




Komentar