Pasangkayu
Beranda » Berita » Wakil Ketua DPRD Pasangkayu: Jangan Alergi Media, Kantor DPRD Terbuka untuk Kolaborasi Jurnalis

Wakil Ketua DPRD Pasangkayu: Jangan Alergi Media, Kantor DPRD Terbuka untuk Kolaborasi Jurnalis

PASANGKAYU – Wakil Ketua DPRD Kabupaten Pasangkayu, Dasri, memberikan pernyataan tegas terkait pentingnya peran pers dalam keberlangsungan demokrasi di daerah. Dalam sambutannya pada pelantikan DPW IJS Pasangkayu di Hotel Devonder, Minggu (15/2/2026), ia mengimbau seluruh jajaran instansi pemerintahan agar tidak bersikap tertutup atau “alergi” terhadap kehadiran jurnalis.

Dasri menekankan bahwa media merupakan instrumen vital untuk mentransformasikan kerja-kerja pemerintah dan legislatif menjadi informasi yang dapat diakses oleh masyarakat luas. Menurutnya, tanpa publikasi yang baik, keberhasilan pembangunan daerah tidak akan tersampaikan secara maksimal.

“Media adalah jembatan informasi. Saya meminta kepada semua pihak, jangan pernah alergi dengan media. Bukakan pintu selebar mungkin karena mereka adalah mitra kita dalam memajukan Kabupaten Pasangkayu,” ujar Dasri disambut tepuk tangan hadirin.

Politisi ini juga menegaskan bahwa gedung parlemen bukan merupakan tempat yang eksklusif bagi pejabat saja, melainkan rumah bagi seluruh rakyat, termasuk para kuli tinta.

“Kantor DPRD itu milik masyarakat Pasangkayu, bukan milik pribadi pimpinan atau anggota saja. Silakan rekan-rekan jurnalis datang untuk bersilaturahmi, berdiskusi, atau menyampaikan aspirasi. Kami sangat terbuka untuk kolaborasi ide yang konstruktif,” imbuhnya.

Asisten II Pemkab Pasangkayu: Jurnalis IJS Adalah Bagian dari Solusi Pembangunan Daerah

Namun, di samping dukungan tersebut, Dasri juga memberikan tantangan kepada pengurus IJS Pasangkayu yang baru dilantik untuk terus melakukan penguatan kapasitas internal. Ia berharap jurnalis yang tergabung dalam IJS memiliki kompetensi yang mumpuni agar produk jurnalistik yang dihasilkan berkualitas, edukatif, dan bebas dari unsur misinformasi.

“Jadilah penjaga kebenaran. Tingkatkan terus kemampuan menulis dan pemahaman kode etik, sehingga informasi yang sampai ke masyarakat benar-benar akurat dan dapat dipertanggungjawabkan,” pungkasnya.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

× Advertisement
× Advertisement