News
Beranda » Berita » Dokter Forensik Polda Sulbar Bantu Polres Sigi Otopsi Penemuan Mayat Dalam Mobil di Sulteng

Dokter Forensik Polda Sulbar Bantu Polres Sigi Otopsi Penemuan Mayat Dalam Mobil di Sulteng

Kabarsulbar.com- Dokter Forensik Polda Sulawesi Barat Bantu Otopsi penemuan ayat Wanita dalam Mobil Kontainer di Sigi Sulawesi Tengah. Senin, 7 Oktobe 2024.

Atas Permintaan dari Pihak Polres Sigi, AKBP DR. dr MAULUDDIN M, Sp.FM Bersama Kasat Reskrim Polres Sigi AKP H. HASANUDDIN HAMID,SH.MH menyampaikan bahwa kegiatan yang dilaknakan oleh Dokter Forensik membantu personil Polres Sigi mengidentifikasi mayat Wanita yang ditemukan dalam mobil container.berdasarkan surat permintaan Dokter Spesialis forensic untuk melakukan autopsi terhadap mayat seorang perempuan yang ditemukan di dalam Mobil yang bertempat di Desa Kabobona kecamatan Dolo, Kabupaten Sigi Pada hari minggu tanggal 6 oktober 2024. sekitar pukul 12.40 wita

dengan identitas yang elah didapatkan oleh penyidik Polres Sigi yakni An. SHERLY FEBRIANA (23) pelajar/mahasiswa kelahiran Palu.

Menurut keterangan saksi seorang pria berinisial A bahwa korban merupakan penumpang di mobilnya dan pada sore hari Sabtu tanggal 05 Oktober 2024 di daerah Parigi tiba tiba mengalami kejang kejang, mual muntah dan pingsan.

Namun dia tidak membawanya ke Puskesmas ataupun Rumah Sakit terdekat karena mengira korban hanya tertidur. Saat tiba di kampung halaman saksi pada hari Minggu pagi tanggal 06 Oktober 2024 sekitar pukul 06.00 Wita ternyata didapatkan korban sudah tidak bernafas dan oleh RT setempat dinyatakan meninggal dunia, lalu oleh Bhabinkamtibmas bersama masyarakat dibawa ke Rumah Sakit Bhayangkara Palu Polda Sulawesi Tengah.

Kanwil Kemenkum Sulbar Dukung Penguatan Ekosistem Olahraga dii Sulawesi Barat

kemudian Pihak keluarga meminta dilakukan otopsi untuk mengetahui penyebab kematian korban..

Adapun hasil otopsi masih menunggu pemeriksaan penunjang untuk memastikan perkiraan waktu kematian, penyebab kematian apakah terkait kekerasan fisik ada atau tidak, apakah terkait kekerasan seksual ada atau tidak, apakah terkait penyalahgunaan narkoba ada atau tidak, apakah terkait tanda tanda kehamilan ada atau tidak, apakah terkait penyakit ada atau tidak, apakah ada upaya pertolongan bantuan medis terhadap korban atau ada pembiaran sehingga nyawa korban tidak tertolong.

“Insha Allah pertanyaan pertanyaan tersebut akan terjawab dan dituangkan dalam visum et repertum”. ungkap Mauluddin

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

× Advertisement
× Advertisement