Sulawesi Barat — Semangat berbagi dan kepedulian sosial kembali menggema melalui pelaksanaan ibadah kurban yang diinisiasi oleh DPW Wahdah Islamiyah Sulawesi Barat. Tahun ini, panitia menargetkan penyembelihan 128 ekor hewan kurban sebagai bagian dari syiar Islam dan penguatan ukhuwah di tengah masyarakat.
Melalui kerja sama dengan pengurus ditingkat DPD kegiatan ini berhasil merealisasikan rencana penyembelihan hewan kurban secara merata di wilayah Sulbar.
Panitia kurban DPD Wahdah Islamiyah Mamuju menjadi yang terbanyak dengan total 37 ekor sapi dan 11 ekor kambing. Diikuti oleh DPD Pasangkayu 28 ekor sapi dan 2 ekor kambing.
Tak kalah semangat, DPD Wahdah Islamiyah Polewali Mandar berkontribusi dengan 20 ekor sapi dan 5 ekor kambing, sementara DPD Mamuju Tengah akan menyembelih 7 ekor sapi dan 5 ekor kambing.
DPD Majene turut serta dengan 3 ekor sapi dan 1 ekor kambing, dan 9 ekor sapi oleh DPD Wahdah Islamiyah Mamasa.
Total keseluruhan hewan kurban yang akan disembelih mencapai 104 ekor sapi dan 24 ekor kambing, target 128 ekor yang dicanangkan. Ini menjadi bukti nyata komitmen Wahdah Islamiyah dalam mensyiarkan ibadah kurban sebagai wujud ketakwaan dan solidaritas terhadap sesama.
Uniknya, Wahdah Islamiyah memfasilitasi masyarakat yang ingin berkurban dengan sistem tabungan kurban. Panitia juga membuka ruang bersyarikat dimana satu ekor sapi dapat diikuti oleh tujuh orang pekurban. Sedangkan untuk kambing tetap satu orang satu ekor. Sistem ini memudahkan masyarakat dari berbagai kalangan untuk ikut serta dalam ibadah mulia ini.
Ketua DPW Wahdah Islamiyah Sulbar M. Yamin Saleh mengatakan, kegiatan ini merupakan agenda tahunan yang yang rutin dilaksanakan oleh semua pengurus Wahdah Islamiyah setiap bulan dzulhijjah.
“Pelaksanaan ibadah kurban ini sudah rutin kami laksanakan setiap tahun, untuk memfasilitasi ibadah kurban para kader dan simpatisan Wahdah Islamiyah termasuk masyarakat yang ingin ikut kurban dengan cara bersyarikat,” ujar M. Yamin
Melalui kegiatan ini, Wahdah Islamiyah tidak hanya menjalankan syariat, tetapi juga memperkuat nilai-nilai sosial dan kepedulian terhadap sesama, terutama bagi mereka yang membutuhkan.
Semangat berkurban menjadi momentum untuk mempererat tali persaudaraan dan membumikan nilai-nilai Islam di tengah kehidupan masyarakat Sulawesi Barat.




Komentar