Mamuju —Kekecewaan mendalam dirasakan seorang guru honorer di SD Negeri Salu Biru, Desa Ahu, Kecamatan Tapalang Barat, Kabupaten Mamuju.
Meski telah mengabdi selama enam tahun, namanya hingga kini belum tercantum dalam Data Pokok Pendidikan (Dapodik), sebuah sistem penting yang menentukan status resmi tenaga pendidik di Indonesia.
“Saya sudah enam tahun mengajar di sekolah ini, tapi sampai sekarang belum pernah dimasukkan ke Dapodik,” ujar guru SD Negeri Salu Biru kepada RelasiPublik.id dengan nada kecewa.
Lebih miris lagi, menurut pengakuannya, justru ada guru lain yang tidak pernah mengajar di sekolah tersebut namun sudah terdaftar di Dapodik. Alasannya, guru tersebut merupakan peserta Pendidikan Profesi Guru (PPG) Prajabatan.
“Tapi kan seharusnya pihak sekolah memperhatikan guru yang lama mengabdi dulu, ketimbang guru baru, meskipun itu PPG Prajabatan,” lanjutnya.
Dapodik sendiri merupakan sistem pendataan terpadu yang menjadi dasar bagi berbagai kebijakan pendidikan nasional, termasuk pengajuan tunjangan, sertifikasi guru, hingga pengangkatan sebagai Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK). Ketidaktercantuman dalam sistem ini secara langsung menghambat akses guru terhadap hak-hak tersebut.
Ia berharap ada perhatian serius dari pihak sekolah dan Dinas Pendidikan Kabupaten Mamuju. Ia menekankan pentingnya penghargaan terhadap dedikasi dan pengabdian guru-guru honorer di daerah terpencil yang kerap luput dari perhatian.
“Saya hanya berharap keadilan. Jangan sampai kami yang sudah lama mengabdi justru terus diabaikan,” tutupnya
Hingga berita ini diturunkan pihak Dinas Pendidikan Mamuju dan kepala sekolah SD Negeri Salu Biru belum memberikan keterangan resmi terkait berita ini.
(Hl)




Komentar