Mamuju, Kabarsulbar.com – Memasuki hari kelima bulan suci Ramadan, suasana hangatnya kebersamaan sahur dan buka puasa di tengah keluarga masih dibayangi oleh persoalan klasik yang tak kunjung usai. Kelangkaan gas Elpiji 3 kilogram, atau yang akrab disapa “Gas Melon”, kian mencekik warga di berbagai daerah.
Bukannya fokus memperbanyak amalan ibadah, banyak ibu rumah tangga dan pelaku usaha kecil justru harus menghabiskan waktu berjam-jam berkeliling dari satu pangkalan ke pangkalan lain dengan membawa tabung kosong di atas motor atau gendongan.
Beberapa warga mengaku sudah mencari gas sejak malam hari usai salat Tarawih, namun hasilnya nihil.
” Ini sudah hari kelima puasa, tapi cari gas susahnya luar biasa. Mau masak buat buka puasa harus mutar-mutar dulu. Kalau tidak dapat, ya terpaksa beli lauk jadi, padahal pengeluaran lagi banyak-banyaknya,” ujar Siska 38), seorang warga yang ditemui di salah satu Pangkalan resmi, Senin, 23/02/26.
Permainan Harga di Tingkat Pengecer
Kondisi sulit ini diperparah dengan melambungnya harga di tingkat pengecer. Di tengah stok yang menipis, hukum pasar bekerja dengan kejam. Warga melaporkan harga gas melon yang biasanya berada di kisaran Rp18.000 – Rp20.000, kini melonjak drastis hingga menyentuh angka Rp35.000 hingga Rp40.000 per tabung.
Lonjakan harga ini bak “kado pahit” di awal Ramadan, mengingat komoditas pangan lainnya seperti beras dan telur juga masih berada di grafik harga yang tinggi.
Sektor UMKM Takjil Terpukul
Sektor usaha mikro, terutama pedagang takjil dan makanan berbuka, menjadi kelompok yang paling terdampak. Banyak dari mereka yang terpaksa mengurangi porsi dagangan atau bahkan menaikkan harga jual demi menutupi biaya bahan bakar yang membengkak.
Produksi Terhambat: Beberapa pengrajin kue basah mengaku harus memulai produksi lebih lambat karena harus menunggu kepastian stok gas.
Biaya Operasional: Margin keuntungan pedagang kecil semakin tipis di tengah meningkatnya permintaan musiman.
Desakan Operasi Pasar
Masyarakat kini menaruh harapan besar pada pemerintah dan pihak Pertamina untuk segera melakukan langkah nyata.
Desakan untuk menggelar Operasi Pasar Murah di titik-titik krusial semakin menguat agar distribusi gas bersubsidi tepat sasaran dan tidak ditimbun oleh oknum spekulan yang memanfaatkan momen Ramadan.
Hingga berita ini diturunkan, warga masih dibayangi ketidakpastian. Mereka berharap di sisa hari Ramadan ini, urusan dapur tidak lagi menjadi beban tambahan di tengah niat tulus menjalankan ibadah puasa.
3nd@




Komentar