Mamuju Nasional
Beranda » Berita » Satu Tarikan Nafas: Usai Tarawih, Relawan SPPG Mamuju Bambu Tempur Lagi Hingga Matahari Bersinar

Satu Tarikan Nafas: Usai Tarawih, Relawan SPPG Mamuju Bambu Tempur Lagi Hingga Matahari Bersinar

Mamuju, Kabarsulbar.com – Bagi relawan SPPG Mamuju Bambu, berakhirnya salat Tarawih bukanlah tanda untuk beristirahat. Justru, saat malam semakin larut, “mesin” kemanusiaan mereka baru saja dipanaskan. Dengan semangat pengabdian yang tinggi, para relawan ini kembali turun ke lapangan, melanjutkan perjuangan menyiapkan ribuan paket Menu Siswa dan Program 3B hingga matahari menyinari Bumi.

​Spirit ” SPPG Bambu”: Lentur Namun Kokoh.
​Istilah “Bambu” yang melekat pada identitas mereka bukan sekadar nama. Malam itu, terlihat bagaimana para relawan menunjukkan kelenturan fisik dan kekokohan mental. Begitu salam penutup tarawih diucapkan, mereka langsung berganti seragam lapangan dan berkumpul di titik logistik.

​Agenda malam ini sangat padat:
​Produksi Masif: Menyiapkan ribuan paket makanan yang harus siap sebelum waktu sahur.

​Sortir Parsel: Memastikan setiap Menu Siswa memenuhi standar gizi dan kelayakan.

​Distribusi Senyap: Menembus dinginnya malam Mamuju untuk mengantarkan amanah kepada mereka yang membutuhkan.

Gema Ramadhan di Balik Jeruji: Usai Tarawih, Warga Binaan Rutan Mamuju Rutin Tadarus Al-Qur’an

​Berjibaku di “Garis Depan” Sahur
​Suasana di Dapur SPPG Mamuju Bambu tampak seperti dapur umum yang tak pernah tidur. Asap mengepul dari kuali besar, sementara tangan-tangan terampil relawan dengan sigap membungkus nasi dan lauk-pauk. Targetnya jelas: ribuan porsi harus selesai sebelum seruan sahur berkumandang di menara-menara masjid.

​” Lelah itu manusiawi, tapi melihat senyum siswa dan warga saat menerima santapan adalah energi tambahan bagi kami. Kami menyebutnya ‘Tempur Fajar’, berjuang melawan kantuk demi memastikan tidak ada perut yang kosong saat memulai puasa esok hari,” ujar Agnes Beatrice Kepala SPPG Mamuju Bambu, Jumat, 27)02/26.

​Misi 3B: Bukan Sekadar Makan Bersama
​Program 3B (Buka Bersama Bareng) yang dikelola SPPG Mamuju Bambu kali ini benar-benar diuji skalanya. Dengan jumlah ribuan parsel, koordinasi antar-unit menjadi kunci. Relawan muda hingga senior bahu-membahu, membuktikan bahwa sinergi komunitas “Bambu” ini sangat solid.

​Menutup Malam dengan Keberkahan
​Aksi “Tempur Lagi” ini menjadi bukti nyata bahwa bagi SPPG Mamuju Bambu, Ramadan adalah momentum untuk memaksimalkan kapasitas diri. Mereka tidak hanya mengejar pahala ritual di atas sajadah, tetapi juga mengejar keberkahan sosial di jalanan dan dapur-dapur umum.

​Perjuangan yang dimulai dari saf salat dan berakhir di distribusi fajar ini diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi pemuda lain di Mamuju untuk terus bergerak dan berdampak.

Kemenkum Sebut Minat WNA jadi WNI Tinggi, Capai Ratusan Dalam 5 Tahun

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

× Advertisement
× Advertisement