Mamuju – Dewan Pengurus Wilayah (DPW) Wahdah Islamiyah Sulawesi Barat kembali melanjutkan kerja sama dengan Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Provinsi Sulawesi Barat dalam upaya penanganan stunting dan pembangunan keluarga berkualitas di daerah tersebut. Kamis(12/03/2026).
Kerja sama ini merupakan kelanjutan dari sinergi yang telah terjalin selama kurang lebih empat tahun terakhir antara kedua pihak dalam mendukung program pembangunan keluarga serta peningkatan kualitas generasi masa depan.
Ketua DPW Wahdah Islamiyah Sulawesi Barat, M. Yamin Saleh, menegaskan bahwa keterlibatan organisasi kemasyarakatan sangat penting dalam membantu pemerintah mengatasi persoalan sosial di tengah masyarakat, termasuk masalah stunting.
“Keterlibatan ormas dalam menangani persoalan seperti ini sangat penting, karena ormas bersentuhan langsung dengan masyarakat akar rumput. Program edukasi dapat disinergikan dengan kegiatan taklim maupun tarbiyah yang selama ini rutin dilaksanakan,” ujar Yamin
Ia juga menekankan pentingnya pembinaan generasi muda, khususnya dalam mempersiapkan kehidupan berkeluarga secara matang, baik dari sisi mental maupun biologis.
“Pembinaan generasi muda harus menjangkau aspek pernikahan. Mereka perlu dipersiapkan secara mental dan biologis agar tidak terjebak pada pernikahan dini tanpa pertimbangan yang matang,” lanjutnya.
Menurut Yamin, organisasi kemasyarakatan juga memiliki potensi besar untuk mengintegrasikan berbagai program sosial dalam upaya pencegahan stunting, terutama dengan menyasar kelompok masyarakat yang berisiko.
“Ormas dapat mensinergikan program-program sosialnya untuk menjangkau masyarakat yang berisiko mengalami stunting. Apalagi Wahdah Islamiyah memiliki lembaga pengelola zakat, infak, dan sedekah yang dapat diarahkan untuk membantu penanganan stunting sebagai bagian dari penyaluran dana umat,” jelasnya.
Ia menambahkan bahwa dakwah tidak hanya sebatas penyampaian ceramah di mimbar, tetapi juga harus hadir secara nyata dalam menjawab persoalan umat.
“Begitulah dakwah. Ia tidak melulu di mimbar dan mendaras kitab, tetapi juga harus hadir dalam persoalan-persoalan keumatan secara nyata,” pungkasnya.
Melalui kerja sama yang berkelanjutan ini, diharapkan sinergi antara pemerintah dan organisasi kemasyarakatan dapat semakin memperkuat upaya menciptakan keluarga sehat, generasi berkualitas, serta menekan angka stunting di Sulawesi Barat.




Komentar