Mamuju,Kabarsulbar.com— Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Mamuju terus menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia di sektor pariwisata, khususnya pada pengelolaan wisata bahari. Hal tersebut diwujudkan melalui pelaksanaan pelatihan selam yang digelar 7 hingga 9 April 2026.
Kegiatan ini melibatkan berbagai unsur lintas sektor, di antaranya Polair Mamuju, Damkar Mamuju, BPBD Mamuju, Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Pulau Karampuang, KONI Provinsi Sulawesi Barat, Saka Pariwisata, serta Pangkalan TNI AL (Lanal) Mamuju.
Kolaborasi ini menjadi bagian penting dalam membangun sinergi untuk mendukung pengembangan pariwisata yang aman, profesional, dan berkelanjutan di Kabupaten Mamuju.
Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Mamuju, Ariady Ihsan, menyampaikan bahwa pelatihan selam ini merupakan langkah strategis dalam memperkuat kapasitas SDM, terutama bagi mereka yang terlibat langsung dalam aktivitas wisata bahari.
“Pelatihan ini kami laksanakan sebagai bentuk keseriusan pemerintah daerah dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia, khususnya yang berkaitan dengan operasional kepariwisataan di kawasan laut. Tidak hanya untuk mendukung kegiatan wisata, tetapi juga untuk kesiapsiagaan dalam situasi darurat seperti pencarian dan pertolongan,” ujar Ariady.

Ia menegaskan bahwa potensi wisata bahari di Mamuju, termasuk kawasan Pulau Karampuang, perlu didukung dengan tenaga yang terampil dan memiliki standar keselamatan yang memadai.
Oleh karena itu, kemampuan dasar hingga lanjutan dalam teknik penyelaman menjadi hal yang sangat penting untuk dikuasai.
“Ke depan, kita ingin memastikan bahwa setiap destinasi wisata bahari di Mamuju didukung oleh SDM yang tidak hanya ramah terhadap wisatawan, tetapi juga sigap dan profesional dalam hal keselamatan. Ini penting untuk meningkatkan kepercayaan wisatawan,” tambahnya.
Menurutnya, keterlibatan berbagai pihak dalam pelatihan ini merupakan langkah konkret dalam membangun kesiapsiagaan bersama.
“Kami sangat mengapresiasi keterlibatan semua pihak, mulai dari unsur kepolisian, TNI, hingga komunitas masyarakat. Ini menunjukkan bahwa pengembangan pariwisata tidak bisa dilakukan sendiri, tetapi harus melalui kolaborasi yang kuat,” ungkapnya.
Para peserta pelatihan dibekali dengan berbagai materi, mulai dari teknik dasar penyelaman, prosedur keselamatan, hingga simulasi pencarian dan pertolongan di perairan.
Dengan pendekatan teori dan praktik, diharapkan peserta mampu memahami sekaligus mengaplikasikan keterampilan yang diperoleh di lapangan.
Melalui kegiatan ini, Pemerintah Kabupaten Mamuju berharap pelatihan selam dapat menjadi program berkelanjutan yang tidak hanya meningkatkan kompetensi SDM, tetapi juga memperkuat citra daerah sebagai destinasi wisata bahari yang aman dan terpercaya.
“Harapan kami, pelatihan ini menjadi langkah awal yang berkelanjutan. Kita ingin Mamuju dikenal bukan hanya karena keindahan alamnya, tetapi juga karena kesiapan dan profesionalisme dalam memberikan layanan wisata,” tutup Ariady.




Komentar