MAMUJU TENGAH, Kabarsulbar.com – Arus lalu lintas di Jalan Poros Babana, Kecamatan Budong-Budong, Kabupaten Mamuju Tengah, kian memprihatinkan. Puluhan truk pengangkut Crude Palm Oil (CPO) milik perusahaan sawit dituding menjadi penyebab utama rusaknya infrastruktur jalan, hingga memicu kemarahan warga setempat.
Pantauan di lapangan, iring-iringan kendaraan bertonase besar tersebut tampak mendominasi badan jalan setiap harinya. Akibat beban muatan yang berlebih, kondisi aspal kini hancur, berlubang, dan menebarkan debu pekat saat cuaca panas, serta menjadi kubangan lumpur saat hujan turun.
Salah seorang warga Babana yang enggan disebutkan namanya menyatakan bahwa masyarakat sudah habis kesabaran. Menurutnya, aktivitas truk CPO ini tidak hanya merusak fasilitas publik tetapi juga mengancam keselamatan pengendara motor.
”Jalan ini dibangun untuk akses warga, bukan untuk sirkuit truk perusahaan yang muatannya berlebihan. Kami yang merasakan dampaknya, anak-anak sekolah sesak napas karena debu, dan jalanan hancur. Kalau tidak ada tindakan tegas dari pemerintah atau perusahaan, kami akan tutup jalan ini secara paksa!” tegasnya kepada tim kabarsulbar.com, Rabu (29/04).
Warga mendesak pihak perusahaan pengelola CPO dan Pemerintah Daerah Mamuju Tengah untuk segera melakukan langkah konkret, di antaranya:
Perbaikan Jalan Segera: Perusahaan diminta bertanggung jawab memperbaiki titik-titik kerusakan parah melalui dana CSR atau koordinasi teknis.
Pengaturan Jam Operasional: Agar truk tidak melintas di jam sibuk masyarakat dan anak sekolah untuk meminimalisir risiko kecelakaan.
Hingga berita ini diturunkan, arus truk CPO masih terlihat melintas meski tensi di tengah masyarakat terus meningkat. Warga mengancam akan melakukan aksi blokade total dengan menanam pohon pisang atau memasang palang di tengah jalan jika tuntutan mereka diabaikan dalam waktu dekat. (Red)




Komentar