MAMUJU, Kabarsulbar.com — Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, dan Pemberdayaan Masyarakat Desa (Dinsos P3APMD) Provinsi Sulawesi Barat menggelar kegiatan Peningkatan Kapasitas Pengelola dan Kader Posyandu Tingkat Provinsi di Mamuju. Kegiatan yang dilaksanakan di Hotel Yaki Mamuju, ini berfokus pada penguatan 25 Kompetensi Dasar Kader Posyandu guna mendukung transformasi layanan primer di tingkat desa dan kelurahan.
Pelatihan yang dihadiri langsung oleh Ketua Tim Pembinaan Posyandu dr. Hj. St. Sulfiah Suhardi, S.Ked, tenaga promosi kesehatan dan ilmu perilaku ahli pertama
Wawan Iskandar, SKM, M. Kes dan Adryani Siranda, S. Farm, M. K. M., perwakilan pengelola dan kader Posyandu se-Kabupaten Mamuju ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman serta keterampilan teknis para kader dalam memberikan pelayanan kesehatan yang terintegrasi di masyarakat.
Dalam sambutannya, Plh. Kabid. Pemberdayaan Masyarakat dan Pembangunan Desa Nana Darmania, S. Sos., M. Kes menegaskan, bahwa Posyandu saat ini tidak lagi hanya fokus pada pelayanan ibu dan anak (KIA), melainkan telah bertransformasi menjadi Posyandu LFA (Layanan Sesuai Siklus Hidup) yang melayani seluruh tingkatan usia, mulai dari bayi, remaja, usia produktif, hingga lansia.
” Kader Posyandu merupakan garda terdepan dalam pelayanan kesehatan masyarakat. Melalui penguasaan 25 kompetensi dasar ini, kita ingin memastikan para kader memiliki standar kemampuan yang merata dalam mendeteksi dini masalah kesehatan, edukasi gizi, hingga pencegahan stunting di tingkat akar rumput,” Nana Darmania, S. Sos., M, Jumat, Kamis, 20/07/26.

Adapun 25 Kompetensi Dasar Kader Posyandu yang dilatihkan mencakup beberapa kluster utama, di antaranya:
Kompetensi Pengelolaan Posyandu: Pengorganisasian, pencatatan, pelaporan, dan komunikasi efektif.
Kompetensi Bayi dan Balita: Pemantauan pertumbuhan, penimbangan, pengukuran, edukasi ASI eksklusif, serta MP-ASI.
Kompetensi Ibu Hamil dan Menyusui:
Pemeriksaan kehamilan, edukasi gizi ibu hamil, dan pemantauan risiko tinggi.
Kompetensi Usia Sekolah dan Remaja: Edukasi gizi seimbang, pencegahan anemia, dan kesehatan reproduksi.
Kompetensi Usia Produktif dan Lansia: Skrining penyakit tidak menular (PTM) seperti hipertensi dan diabetes.
Melalui pelatihan ini, diharapkan seluruh kader dan pengelola Posyandu yang terlibat mampu menerapkan ilmu yang diperoleh secara langsung di pos pelayanan masing-masing, sehingga kualitas kesehatan masyarakat di Sulawesi Barat dapat terus meningkat secara signifikan.




Komentar