Mamuju
Beranda » Berita » 2.600 Asa di Pelosok Tommo: Menanti Kehangatan Program Makan Gizi Gratis

2.600 Asa di Pelosok Tommo: Menanti Kehangatan Program Makan Gizi Gratis

MAMUJU , Kabarsulbar.com — Di tengah hamparan perkebunan dan perbukitan Kecamatan Tommo, Kabupaten Mamuju, ribuan anak sekolah memulai pagi mereka dengan semangat yang sama: menuntut ilmu demi masa depan. Namun, di balik senyum ceria dan seragam putih yang mulai lusuh, tersimpan sebuah kerinduan yang sederhana namun mendalam.

​Sebanyak 2.600 lebih siswa dan siswi yang tersebar di berbagai pelosok sekolah dasar hingga menengah di Kecamatan Tommo, hingga kini masih menantikan sentuhan hangat dari program nasional Makan Bergizi Gratis (MBG).

​Bagi mereka, makan bergizi bukan sekadar pengisi perut yang kosong di tengah jam pelajaran, melainkan sebuah kemewahan yang belum tentu mereka dapatkan di rumah masing-masing.

​Realita di Pelosok: Menahan Lapar Demi Cita-cita.
​Banyak dari para siswa di Tommo harus menempuh jarak berkilometer dengan berjalan kaki atau menumpang kendaraan seadanya untuk sampai ke sekolah. Sebagian besar dari mereka berangkat dengan perut kosong atau hanya berbekal makanan seadanya—sebungkus nasi dengan lauk ala kadarnya, bahkan tak jarang hanya air putih.

​” Kadang kalau sudah siang, kepala rasanya pusing dan sulit konsentrasi belajar karena lapar. Kalau ada makan gratis yang hangat dan enak di sekolah, kami pasti tambah semangat,” tutur salah seorang siswa SD di Tommo dengan mata berbinar penuh harap, Jumat, 31/07/26.

Kadinsos P3APMD Sulbar Tegaskan Pentingnya 25 Kompetensi Dasar, Resmi Tutup Pelatihan Kader Posyandu di Mamuju

​Bagi orang tua di wilayah garis terluar Mamuju ini, kondisi ekonomi yang serba terbatas membuat kecukupan gizi anak-anak sering kali terabaikan. Kehadiran program Makan Bergizi Gratis sangat diimpikan untuk mengurangi beban ekonomi keluarga, sekaligus memastikan tumbuh kembang anak-anak mereka berjalan optimal.

​Belum meratanya penjangkauan program MBG hingga ke Tommo umumnya terkendala oleh kondisi geografis dan akses distribusi logistik yang cukup menantang dari pusat kota. Meski demikian, pihak sekolah, guru, serta orang tua murid terus berharap agar pemerataan program ini segera menyentuh wilayah mereka.

​Para pendidik di Tommo mengakui bahwa asupan gizi yang baik berbanding lurus dengan tingkat kehadiran dan daya tangkap siswa di kelas.

” Sudah tiga bulan lebih anak+anak kami tidak menerima Makana Bergizi Gratis (MBG), kami selaku tenaga pendidik sangat kasihan melihat anak-anak kamu yang sebelumnya gembira saat jam istirahat menyantam makan bergizi, tapi sudah triwulan ini mereka tidak lagi menikmati makaklnan yang berprotein, ” Ungkap salah seorang Guru.

Polsek Kalukku Bersama Warga Berhasil Tangkap Pelaku Pencurian Mesin Katinting yang Resahkan Nelayan Pesisir Kapandeang

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

× Advertisement
× Advertisement