Mamuju
Beranda » Berita » Senja Belum Tenggelam, Dapur Sudah Mengepul: Kisah Relawan SPPG Bambu Mamuju yang Mengganti Tidur dengan Harapan Anak Bangsa

Senja Belum Tenggelam, Dapur Sudah Mengepul: Kisah Relawan SPPG Bambu Mamuju yang Mengganti Tidur dengan Harapan Anak Bangsa

Dokumentasi : Roy

MAMUJU, Kabarsulbar.com – Ketika jarum jam melewati tengah malam dan sebagian besar warga Desa Bambu, Kecamatan Mamuju telah terlelap dalam istirahat, dapur-dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) justru baru saja memasuki fase paling sibuk. Di balik hidangan Makan Bergizi Gratis (MBG) yang hangat dan siap santap saat bel masuk berbunyi, terdapat perjuangan sunyi para relawan yang rela mengorbankan waktu tidur demi memastikan ribuan siswa mendapatkan nutrisi terbaik.

Proses pengolahan MBG memang menuntut ketepatan waktu dan standar kebersihan yang ketat. Para relawan SPPG Bambu Mamuju mulai bekerja sejak dini hari atau bahkan melanjutkan tugas dari malam sebelumnya, mulai dari memilah bahan baku segar, mencuci sayuran, memasak nasi dan lauk pauk, hingga mengemas ribuan porsi dengan rapi.

Aroma masakan yang mengepul di dapur SPPG menjadi pengantar pagi bagi mereka, menggantikan alarm bangun tidur yang biasa didengar masyarakat umum.

” Kami tidak bisa memilih untuk tidur nyenyak karena tahu ada ribuan anak yang menantikan makan siang bergizi di sekolah,” ujar Agnes Beatrice Kepala SPPG Bambu Mamuju, Rabu, 26/08/26.

Kodim 1418/Mamuju Gerak Cepat Membantu Padamkan kebakaran Lahan Perkebunan Masyarakat di Dusun Tueke, Desa Sumare

“Kelelahan itu pasti ada, tapi rasa lelah itu langsung hilang begitu melihat anak-anak makan dengan lahap dan wajah ceria. Itu adalah ‘gaji’ terbesar bagi kami.” Pungasnya.

Pengorbanan ini bukan sekadar soal memasak, melainkan bentuk tanggung jawab moral terhadap masa depan generasi penerus. Banyak relawan yang merupakan ibu rumah tangga atau pekerja paruh waktu, namun mereka menyisihkan tenaga ekstra demi kelancaran program nasional ini. Mereka memahami bahwa setiap menit yang dihabiskan di dapur adalah investasi kesehatan dan kecerdasan bagi anak-anak di wilayah pesisir dan pedalaman Sulawesi Barat.

Kehadiran MBG yang tepat waktu dan berkualitas adalah buah dari keringat para relawan yang bekerja dalam senyap. Masyarakat mungkin hanya melihat hasil akhirnya berupa kotak makanan yang tersusun rapi di meja kelas, tetapi di baliknya terdapat cerita tentang ketelatenan, solidaritas, dan cinta tanpa pamrih. Dedikasi relawan SPPG ini membuktikan bahwa program strategis negara tidak akan berjalan optimal tanpa dukungan manusia-manusia tangguh yang bersedia berjaga di saat orang lain beristirahat, semata-mata demi senyum dan masa depan anak bangsa.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

× Advertisement
× Advertisement