Pasangkayu
Beranda » Berita » Patung “Uang Rakyat” Hiasi Karnaval Hari Santri di Pasangkayu, Sindir Maraknya Korupsi?

Patung “Uang Rakyat” Hiasi Karnaval Hari Santri di Pasangkayu, Sindir Maraknya Korupsi?

PASANGKAYU, Kabarsulbar.com – Sebuah patung berjas hitam, berdasi merah, dan membawa koper bertuliskan “Uang Rakyat” menjadi salah satu pemandangan yang menarik perhatian dalam karnaval Hari Santri 2026 di Alun-alun Kota Pasangkayu, Rabu (21/10/2026).

‎
‎Keberadaan patung itu, ada disudut alun-alun, sesaat sebelum Karnaval dimulai.
‎
‎‎Patung tersebut tak sekadar tampil dengan kostum unik.
‎
‎Sejumlah detail yang menyertainya, termasuk tulisan “Uang Rakyat” dan simbol menyerupai tumpukan emas bertuliskan “150 kg”, memunculkan tafsir publik tentang uang rakyat, kekuasaan, hingga dugaan praktik korupsi.
‎
‎Di tengah sorotan terhadap persoalan korupsi dan pengelolaan uang publik, penampilan tersebut berpotensi memantik perbincangan.
‎
‎Apakah ini sekadar kreativitas dalam karnaval atau pesan kritik sosial yang ingin disampaikan melalui simbol?
‎
‎Namun, hingga pantauan dilakukan, belum diketahui secara pasti kelompok santri maupun pondok pesantren (ponpes) yang akan memperagakan patung tersebut.
‎
‎Pesan atau maksud khusus di balik pembuatan patung itu juga belum dapat dipastikan.
‎
‎Karena itu, simbol tersebut tidak serta-merta dapat dimaknai sebagai tuduhan terhadap pihak tertentu.
‎
‎Meski demikian, kemunculannya di ruang publik membuka ruang diskusi tentang pentingnya menjaga uang rakyat dan mendorong transparansi dalam penyelenggaraan pemerintahan.
‎
‎Satu patung, satu koper bertuliskan “Uang Rakyat”, dan satu pertanyaan yang bisa mengundang perdebatan.
‎
‎Apakah ini kritik sosial atau sekadar atraksi karnaval?.
(Eghy)
‎
‎

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

× Advertisement
× Advertisement