Mamuju – Gas LPG 3 kilogram (kg) alias gas melon di Kabupaten Mamuju dan sekitarnya kembali langka. Warung-warung pengecer sudah beberapa pekan tidak menyediakan gas melon lantaran tidak ada pasokan.
Akibatnya, masyarakat kesulitan mendapatkan gas melon, bahkan ada yang harus menempuh perjalanan jauh atau menunggu lama untuk mendapatkan satu tabung. Kelangkaan ini juga memicu kenaikan harga gas melon di tingkat pengecer.
Tian, Salah seorang warga Mamuju yang mengeluhkan dengan kelangkaan LPG 3 Kg yang terjadi beberapa pekan ini di wilayah Kabupaten Mamuju dan sekitarnya.
” Susah betul tabung ini, lebih susah di cari dari pada janda, ” Kata Tian, Rabu, 09/07/ 25.
Pernyataan “Gas Melon Langka: Lebih Susah Cari Tabung Dari pada Janda” adalah peribahasa yang digunakan untuk menggambarkan kelangkaan gas elpiji 3 kg (gas melon) yang sangat parah. Ungkapan ini menunjukkan bahwa mencari gas melon di pasaran saat ini lebih sulit daripada mencari seorang janda.
Ia menambahkan, dirinya sudah berliling untuk mencari gas melon namun tak kunjung dapat.
” Saya keliling-keliling mencari LPG 3 Kg di kios-kios pengecer tetapi tidak ada juga semuanya kosong, ” Kesalnya.
Dengan kelangkaan LPG 3 Kg yang selama ini menjadi keluhan semua masyakat, Tian meminta kepada pemerintah dalam hal ini pihak terkait untuk turun memantau serta mencari apa penyebab dari kelangkaan LPG 3 Kg.
” Kalau begini terus kasihan kamu masyarakat kita hanya butuh LPG untuk digunakan memasak setiap hari, haruskah kita kembali menggunakan kayu bakar untuk memasak. Kami minta pemerintah terkait untuk turun memberikan solusi sehingga LPG 3 Kg tidak selalu langka, ” Tutupnya.




Komentar