Keterangan gambar: Penyuluh Agama Islam Kemenag Mamuju berikan tausiah rutin kepada Warga Binaan
Mamuju–Dalam upaya memperkuat keimanan sekaligus menanamkan nilai-nilai kebaikan dalam kehidupan bermasyarakat, Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Mamuju kembali menggelar kegiatan Tausiah Kamis dengan mengangkat tema “Keutamaan Beristighfar dalam Kehidupan Bermasyarakat”. Kegiatan ini dibawakan oleh Tim Kelompok Kerja Penyuluh (Pokjaluh) Kementerian Agama (Kemenag) Mamuju dan berlangsung di Masjid At-Taubah, Kamis (15/10).
Kegiatan tersebut diikuti oleh seluruh Warga Binaan Rutan Mamuju yang beragama Islam. Dengan penuh perhatian, para peserta menyimak materi yang disampaikan oleh penyuluh agama mengenai pentingnya memperbanyak istighfar sebagai bentuk permohonan ampun kepada Allah SWT sekaligus upaya memperbaiki diri dalam menjalani kehidupan sehari-hari.
Dalam tausiah tersebut, dijelaskan bahwa istighfar bukan sekadar ucapan memohon ampun, melainkan juga bentuk kesadaran diri atas kesalahan yang telah dilakukan serta komitmen untuk tidak mengulanginya. Melalui istighfar, setiap individu diajak untuk senantiasa melakukan introspeksi, memperbaiki akhlak, dan meningkatkan kualitas hubungan dengan Allah SWT maupun sesama manusia.
Selain memiliki nilai spiritual, istighfar juga mengajarkan pentingnya kerendahan hati, kesabaran, dan sikap saling memaafkan dalam kehidupan bermasyarakat. Nilai-nilai tersebut diharapkan dapat menjadi pedoman bagi Warga Binaan dalam membangun hubungan sosial yang harmonis, menghindari perselisihan, serta menumbuhkan kepedulian dan rasa saling menghormati terhadap sesama.
Kepala Rutan Kelas IIB Mamuju, Sudirman, S.E., S.H., menyampaikan bahwa kegiatan tausiah rutin merupakan salah satu bentuk pembinaan kepribadian yang penting dalam membangun kesadaran spiritual dan memperkuat karakter Warga Binaan.
“Melalui kegiatan Tausiah Kamis ini, kami berharap Warga Binaan dapat mengambil hikmah dari materi yang disampaikan, khususnya mengenai keutamaan beristighfar. Memohon ampun kepada Allah SWT hendaknya diiringi dengan kesungguhan untuk memperbaiki diri, menjaga perilaku, serta menumbuhkan sikap saling menghargai dan memaafkan dalam kehidupan bermasyarakat,” tutur Karutan.
Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa pembinaan keagamaan menjadi bagian penting dalam proses pembentukan karakter Warga Binaan agar mampu menumbuhkan kesadaran diri, memperkuat keimanan, serta mempersiapkan diri untuk kembali ke tengah masyarakat dengan membawa perubahan yang positif.
Pelaksanaan Tausiah Kamis ini merupakan wujud komitmen Rutan Mamuju dalam menghadirkan pembinaan kepribadian yang berkesinambungan melalui kerja sama dengan Tim Pokjaluh Kemenag Mamuju. Diharapkan, pesan-pesan keagamaan yang disampaikan tidak hanya menjadi pengingat selama berada di dalam rutan, tetapi juga dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari sebagai bekal untuk menjadi pribadi yang lebih baik, bertanggung jawab, dan bermanfaat bagi masyarakat.





Komentar