Program Studi Manajemen Sumber Daya Perairan Universitas Muhammadiyah Mamuju
Mamuju, Kabarsulbar.com – Manajemen sumber daya perairan merupakan upaya untuk menjaga dan memanfaatkan sumber daya secara terkontrol untuk generasi mendatang.
Sumber daya perairan terdiri atas wilayah perairan darat sampai laut yang memiliki potensi yang melimpah untuk dimanfaatkan secara berkelanjutan. Provinsi Sulawesi Barat merupakan wilayah secara geografis berada pada jalur pelayaran dunia, memiliki sejarah kebudayaan maritim, potensi sumber daya hayati dan perairan yang dapat dimanfaatkan untuk mendukung pengembangan perikanan dan kelautan menuju Indonesia sebagai Negara Maritim di Asia Tenggara.
Pengembangan perikanan dan kelautan tentunya harus didukung melalui berbagai aspek yaitu bidang kelautan, bidang perikanan tangkap, budidaya perikanan, wilayah pesisir dan pulau-pulau kecil, kebijakan pengaturan ruang, serta perlindungan dan rehabilitasi ekosistem untuk mewujudkan kemandirian ekonomi, SDM dan keberlanjutan lingkungan. Tentunya upaya pengembangan tersebut, membutuhkan upaya dengan melihat potensi pengembangannya menggunakan asas keberlanjutan.
Upaya tersebut salah satunya dengan melakukan pemantauan dan pemetaan tiga ekosistem besar yang menjadi dasar untuk pengembangan potensi pemanfaatan sumber daya hayati dan perairan. Salah satunya ekosistem terumbu karang merupakan tempat berbagai jenis keanekaragaman hayati, tempat pemijahan, daerah asuhan, kelimpahan jenis ikan, serta potensi lainya yang dapat dimanfaatkan secara berkelanjutan.
Pemantauan dan pemetaan ekosistem terumbu karang dilakukan sebagai upaya perlindungan dan rehabilitasi ekosistem agar ikan tetap melimpah sehingga nelayan tidak perlu pergi jauh untuk menangkap ikan. Salah satu upaya perlindungan dan rehabilitasi yang dilakukan melalui pengabdian kepada masyarakat (PKM) bekerja sama dengan Kemendikti Saintek melalui skema pemberdayaan berbasis masyarakat dengan tema “pengembangan coral nursery center berbasis masyarakat dalam meningkatkan potensi wisata selam di Pulau Karampuang, Kabupaten Mamuju”.
Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan upaya perlindungan dan rehabilitasi ekosistem serta peningkatan ekonomi masyarakat pesisir dan palau. Namun, kegiatan tersebut tidak berhenti pada tahap pelatihan dan sosialisasi akan tetapi tetap dilakukan pemantauan agar pengembangan wisata bahari dan rehabilitasi ekosistem tetap berjalan serta berdampak dan berkelanjutan.
Pemetaan dan pemantauan ini juga dilakukan untuk melihat potensi pengembangan lainnya yang mendukung upaya pelestarian dan rehabilitasi ekosistem terumbu karang, namun juga dapat berdampak pada peningkatan ekonomi masyarakat. Konsep keberlanjutan manajemen atau pengelolaan sumber daya perairan ini sesuai dengan prinsip pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi Universitas Muhammadiyah Mamuju (UNIMAJU) yaitu pendidikan, penelitian dan pengabdian kepada masyarakat berbasis Eco-Design.
Kedepannya Program Studi Manajemen Sumber Daya Perairan (MSDP) Universitas Muhammadiyah Mamuju memiliki peran dalam pengembangan potensi sumber daya hayati dan perairan, peningkatan kapasitas SDM di Bidang Perikanan dan Kelautan, serta sebagai bank data untuk perencanaan pengelolaan dan pemanfaatan sumber daya perairan secara berkelanjutan.
Pengembangann ekonomi perikanan dan kelautan, keberlanjutan ekosistem serta investasi di bidang maritim melalui pengaturan ruang di wilayah pesisir merupakan langkah strategis pengembangan Provinsi Sulawesi Barat kedepannya..Sehingga perlu adanya data secara terpadu untuk merencanakan pengelolaan dan pemanfaatan berdasarkan potensi dan letak geografis wilayah sulawesi barat sebagai poros maritim dunia. Peran serta stakeholder terkait juga menentukan upaya untuk mewujudkan pengelolaan dan pemanfaatan sumber daya perairan secara berkeadilan dan berkelanjutan.
Penulis: Israwahyudi, S.Pi., M.Si.
Dokumentasi: Arwin, S.Pi., M,Si.
Dosen Program Studi Manajemen Sumber Daya Perairan (MSDP)
Universitas Muhammadiyah Mamuju (UNIMAJU)





Komentar