Mamuju
Beranda » Berita » Truk Ekspedisi “Kuasai” Jalanan Mamuju, Lampu Merah Hanya Pajangan

Truk Ekspedisi “Kuasai” Jalanan Mamuju, Lampu Merah Hanya Pajangan

Keterangan Gambar : Truk Ekspedisi saat melakukan bongkar muat di diPerempatan Kantor Lurah Binanga, Lampu Merah sekedar pajangan.Minggu, 22/02/16

Mamuju, Kabarsulbar.com – Wajah ibu kota Provinsi Sulawesi Barat, Mamuju, kini kian semrawut. Aktivitas bongkar muat truk ekspedisi bertonase besar yang dilakukan di sembarang tempat, terutama di bahu jalan protokol, mulai dikeluhkan warga. Tak hanya memicu kemacetan, keberadaan kendaraan raksasa ini membuat fungsi lampu lalu lintas (traffic light) seolah tak lagi berguna.

​Pantauan di beberapa titik utama dalam kota menunjukkan pemandangan yang kontras dengan aturan tata ruang.

Truk-truk ekspedisi kerap terparkir memakan separuh badan jalan saat jam sibuk. Hal ini memaksa pengendara lain, terutama sepeda motor, untuk bermanuver berbahaya ke tengah jalan.

​” Sudah jalannya sempit, ditambah truk parkir bongkar barang. Kita yang pakai motor harus bertaruh nyawa karena tertutup pandangan oleh badan truk yang besar,” keluh Ardi, salah satu pengguna jalan yang melintas di area komersial Mamuju, Minggu, 22/02/26.

Kanit Binmas Polsek Mamuju Gelar Safari Kamtibmas di Masjid Baitul Maqdis Tadui

​Lampu Lalu Lintas Kehilangan Taring

​Kondisi semakin parah di sekitar persimpangan yang dilengkapi lampu lalu lintas. Antrean truk yang parkir di sepanjang jalan Sultan Hasanuddin terlalu dekat dengan marka jalan membuat arus kendaraan terkunci. Akibatnya, meski lampu sudah berwarna hijau, kendaraan tidak bisa bergerak karena terhalang aktivitas logistik tersebut.

​Ketidakteraturan ini menimbulkan kesan bahwa aturan lalu lintas di Mamuju hanya berlaku untuk kendaraan kecil, sementara armada besar bebas menentukan “terminal” sendiri di jantung kota.

​Desakan Untuk Ketegasan Pemerintah
​Warga kini menagih ketegasan dari Dinas Perhubungan dan aparat kepolisian setempat. Keberadaan terminal atau area khusus bongkar muat di luar zona padat penduduk dianggap sebagai solusi mendesak yang harus segera direalisasikan.

​Jika dibiarkan berlarut-larut, Mamuju bukan lagi kota yang tertib, melainkan sekadar gudang terbuka yang mengabaikan keselamatan pengguna jalan.

Polresta Mamuju Terus Lakukan Penertiban dan Amankan Pelaku Balap Liar

​Catatan Redaksi: Keselamatan di jalan raya adalah hak setiap warga. Diperlukan sinkronisasi antara kebutuhan ekonomi (logistik) dan ketertiban umum agar tidak ada pihak yang dirugikan.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

× Advertisement
× Advertisement