News
Beranda » Berita » Wakil Bupati Mamuju Tengah Lantik Pengurus Hipma-Mateng Yogyakarta, Mahasiswa Sampaikan Aspirasi Pendidikan dan Kebudayaan

Wakil Bupati Mamuju Tengah Lantik Pengurus Hipma-Mateng Yogyakarta, Mahasiswa Sampaikan Aspirasi Pendidikan dan Kebudayaan

YOGYAKARTA, Kabarsulbar.com – Pengurus Himpunan Pelajar dan Mahasiswa Mamuju Tengah (Hipma-Mateng) Yogyakarta resmi dilantik oleh Wakil Bupati Mamuju Tengah, Dr. H. Askary Anwar, S.Sos., M.Si., dalam acara pelantikan yang digelar di Yogyakarta, Sabtu (29/8/2026).

Pelantikan tersebut turut dihadiri perwakilan Kesbangpol Kota Yogyakarta, Catur Setyo Ari Nugroho, S.Psi., Ketua Ikatan Pelajar dan Mahasiswa Sulawesi Barat (IKAMA SULBAR) Yogyakarta, Misbahuddin Yamin, S.T., S.H., serta mahasiswa dan pelajar asal Mamuju Tengah yang berada di Yogyakarta.

Selain menjadi momentum pergantian kepengurusan, kegiatan tersebut juga menjadi ruang dialog antara mahasiswa Mamuju Tengah dengan pemerintah daerah. Sejumlah aspirasi disampaikan, terutama terkait dukungan fasilitas kebudayaan dan program beasiswa bagi mahasiswa.

Ketua Hipma-Mateng Yogyakarta, Darman Asmali, menyampaikan apresiasi atas kehadiran Wakil Bupati Mamuju Tengah yang datang langsung dari Sulawesi Barat untuk bertemu dengan mahasiswa di Yogyakarta.

“Kami sangat mengapresiasi atas kehadiran Bapak Wakil Bupati malam ini, jauh-jauh dari Sulbar hadir untuk menemui kita semua di Yogyakarta. Kami harap ini menjadi kesempatan yang sangat berharga untuk kami menyampaikan beberapa aspirasi kami sebagai mahasiswa Mamuju Tengah di Yogyakarta,” kata Darman.

DJKI Hadirkan 14 Kopi Indikasi Geografis di Festival Kopi Dieng, Tembus Transaksi Rp119 Juta

Darman menyampaikan dua aspirasi utama. Pertama, dukungan pemerintah daerah terhadap fasilitas kebudayaan, khususnya pakaian adat yang dapat digunakan mahasiswa dalam berbagai kegiatan kebudayaan di Yogyakarta.

“Kami sangat berharap kepada Pemerintah Kabupaten Mamuju Tengah untuk memberikan dukungan fasilitas kebudayaan, terutama pakaian adat. Guna kami pakai saat pertunjukan di Jogja sebagai bentuk pengenalan pakaian budaya daerah kita,” ujarnya.

Menurut Darman, mahasiswa Mamuju Tengah di Yogyakarta memiliki kesempatan untuk memperkenalkan identitas budaya daerah kepada masyarakat dari berbagai wilayah Indonesia.

Aspirasi kedua berkaitan dengan pendidikan. Hipma-Mateng berharap Pemerintah Kabupaten Mamuju Tengah dapat menyediakan beasiswa untuk mahasiswa jenjang S1, termasuk mahasiswa asal Mamuju Tengah yang sedang menempuh pendidikan di Yogyakarta.

“Kami berharap kepada pemerintah untuk menyediakan beasiswa di tingkat S1, termasuk untuk kami mahasiswa yang ada di Jogja, untuk mendukung semangat kami menuntut ilmu di Yogyakarta,” lanjutnya.

Kemenkum Sulbar Perkuat Kerjasama Tim, Tingkatkan Layanan Administratif dan Fasilitatif

IKAMA Sulbar Dorong Dukungan Konkret Pemerintah

Ketua IKAMA SULBAR Yogyakarta, Misbahuddin Yamin, menyambut baik kehadiran Wakil Bupati Mamuju Tengah dalam pelantikan tersebut. Menurutnya, kehadiran langsung Wakil Bupati di tengah mahasiswa merupakan bentuk perhatian terhadap keberadaan mahasiswa Sulawesi Barat di Yogyakarta.

“Kehadiran Bapak Wakil Bupati malam ini menjadi satu bukti nyata atas kepedulian pemerintah Mamuju Tengah kepada kita. Kita patut berterima kasih sebab beliau jauh-jauh dari Sulbar untuk menemui kita semua malam ini,” ujar Misbahuddin.

Ia mendorong agar perhatian tersebut tidak berhenti pada kehadiran seremonial, tetapi diwujudkan dalam dukungan konkret terhadap aktivitas mahasiswa.

Salah satunya adalah pengadaan inventaris kebudayaan. Misbahuddin menyebut mahasiswa Sulawesi Barat di Yogyakarta rutin terlibat dalam kegiatan kebudayaan yang mempertemukan mahasiswa dari berbagai daerah di Indonesia.

Kemenkum Sulbar Perkuat Kerjasama Tim, Tingkatkan Layanan Administratif dan Fasilitatif

“Yogyakarta setiap tahun melakukan kegiatan kebudayaan Selendang Sutra dan acara itu dihadiri semua mahasiswa se-Indonesia yang ada di Yogyakarta. Selama ini kami hanya selalu meminjam pakaian adat untuk kami pakai tampil di acara tersebut,” katanya.

Ia menilai dukungan berupa inventaris pakaian adat akan membantu mahasiswa memperkenalkan kebudayaan Sulawesi Barat secara lebih luas.

“Kami sangat bersemangat untuk memperkenalkan budaya Sulbar, terutama dalam memperkenalkan pakaian adat kita. Maka untuk itu kami sangat berharap kepada pemerintah untuk segera mendukung kami dalam pengadaan inventaris kebudayaan,” tegasnya.

Misbahuddin juga berpesan kepada pengurus Hipma-Mateng yang baru dilantik agar menjaga tradisi intelektual mahasiswa melalui ruang diskusi.

“Terus menghidupkan ruang-ruang diskusi. Bagaimanapun, diskusi adalah identitas kita sebagai mahasiswa,” ujarnya.

Kesbangpol Kota Yogyakarta Siap Buka Ruang Kolaborasi

Perwakilan Kesbangpol Kota Yogyakarta, Catur Setyo Ari Nugroho, turut mengapresiasi keberadaan organisasi mahasiswa daerah di Yogyakarta.

Menurutnya, aktivitas organisasi menjadi bagian penting dalam membentuk kualitas dan kapasitas generasi muda, tidak hanya melalui pendidikan formal di kampus.

“Kami sangat mengapresiasi semangat anak muda dalam membangun kualitas diri, tidak hanya di dalam kampus tapi juga dalam bentuk kerja-kerja organisasi,” kata Catur.

Ia juga membuka peluang komunikasi antara mahasiswa Sulawesi Barat dengan Pemerintah Kota Yogyakarta.

“Kami sangat terbuka jika memang mahasiswa Sulawesi Barat ingin membangun komunikasi dengan pemerintah di Yogyakarta, atau bisa juga kita kolaborasi dalam kegiatan-kegiatan nantinya,” ujarnya.

Wabup Janji Tindaklanjuti Aspirasi Mahasiswa

Menanggapi berbagai aspirasi tersebut, Wakil Bupati Mamuju Tengah, Askary Anwar, menyatakan pemerintah daerah terbuka terhadap kritik, saran, maupun masukan dari mahasiswa.

“Saya sangat bangga dan mengapresiasi atas semangat adik-adik mahasiswa malam ini. Saya bangga karena kalian ingin menggunakan pakaian adat kita dan memperkenalkannya kepada semua yang hadir malam ini, termasuk dari Kesbangpol Kota Jogja,” kata Askary.

Terkait aspirasi pengadaan fasilitas kebudayaan, Askary memberikan respons langsung dengan meminta mahasiswa segera menyiapkan proposal.

“Menjawab atas aspirasi yang disampaikan oleh adinda Darman, saya perintahkan untuk segera membuat proposal dan dimasukkan tahun ini, dan kita akan anggarkan di tahun depan,” tegasnya.

Pernyataan tersebut menjadi salah satu poin penting dalam kegiatan tersebut. Pemerintah Kabupaten Mamuju Tengah membuka ruang untuk menindaklanjuti kebutuhan mahasiswa, khususnya dalam penguatan kebudayaan daerah di lingkungan perantauan.

Askary juga memastikan Pemerintah Kabupaten Mamuju Tengah akan terus mendukung mahasiswa yang sedang menempuh pendidikan di Yogyakarta.

“Insyaallah kami selalu akan mendukung adik-adik mahasiswa di Yogyakarta, dan kalian harus pulang dan menjadi pelaku di daerah kita sendiri,” ujarnya.

Meski demikian, Askary mengingatkan mahasiswa agar tidak hanya mengambil posisi sebagai pengkritik pemerintah. Ia mengajak mahasiswa untuk turut mengambil peran dalam pembangunan daerah.

“Jangan hanya menjadi mahasiswa yang pandai mengkritik, tapi juga mari kita terjun sama-sama untuk membangun daerah kita. Kita tidak melarang kritik karena itu dijamin Undang-Undang, tapi akan lebih baik jika kalian menjadi pelaku untuk kemajuan daerah kita,” pungkasnya.

Pelantikan pengurus Hipma-Mateng Yogyakarta yang dilakukan langsung oleh Wakil Bupati Mamuju Tengah tersebut menjadi momentum bagi mahasiswa asal Mamuju Tengah untuk memperkuat konsolidasi organisasi sekaligus membangun komunikasi dengan pemerintah.

Di tengah kehidupan akademik dan organisasi di Yogyakarta, Hipma-Mateng diharapkan mampu menjadi ruang berhimpun, berdiskusi, menjaga identitas kebudayaan, sekaligus mempersiapkan kader-kader muda yang kelak dapat mengambil peran dalam pembangunan Mamuju Tengah. (Baiq)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

× Advertisement
× Advertisement