Mamuju, Kabarsulbar.com – Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Mamuju Bambu yang berlokasi di kawasan Desa Bambu terus memperkuat perannya sebagai institusi pendidikan yang peduli pada ketahanan pangan dan gizi masyarakat. Memasuki bulan suci Ramadan, SPPG Mamuju Bambu meluncurkan program ganda yang inovatif: penyediaan stok makanan kering bagi siswa serta penyajian menu khusus bagi kelompok 3B (Bayi, Balita, dan Ibu Bersalin/Menyusui).
Langkah ini diambil untuk memastikan produktivitas siswa tetap terjaga dan kesehatan masyarakat rentan di sekitar sekolah tetap terjamin selama menjalankan ibadah puasa.
Kemandirian Pangan: Makanan Kering untuk Siswa Menyadari tantangan siswa dalam menyiapkan sahur dan berbuka yang praktis namun tetap bergizi, unit produksi SPPG Mamuju Bambu menyajikan berbagai varian makanan kering.
Meski dalam bentuk kering, setiap kemasan dirancang untuk memenuhi standar protein yang dibutuhkan agar siswa tetap bertenaga saat mengikuti kegiatan belajar mengajar di bulan puasa.
Program ini sekaligus menjadi sarana praktik bagi siswa dalam teknik pengawetan pangan alami.
Menu Khusus bagi 3B
Tidak berhenti di lingkungan internal, SPPG Mamuju Bambu juga menunjukkan solidaritas sosial melalui program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dikhususkan bagi kelompok 3B di wilayah Bambu.
” Ramadan adalah momentum untuk berbagi keberkahan. Kami menyiapkan menu khusus yang tinggi protein dan mikronutrien bagi bayi, balita, serta ibu yang sedang dalam masa bersalin atau menyusui. Tujuannya jelas, agar selama bulan puasa ini, tidak ada penurunan status gizi pada kelompok rentan tersebut,” ujar Agnes Beatrice Kepala SPPG Mamuju, Senin, 23/02/26.
Melalui inisiatif ini, SPPG Mamuju Bambu membuktikan bahwa sekolah bukan sekadar tempat belajar teori, melainkan solusi nyata bagi permasalahan gizi di masyarakat. Sinergi antara pemenuhan kebutuhan siswa dan pengabdian masyarakat ini diharapkan dapat terus berlanjut melampaui bulan Ramadan.




Komentar