PASANGKAYU, Kabarsulbar.com – Guna menjaga stabilitas harga pangan dan memastikan keterjangkauan kebutuhan pokok bagi masyarakat, Perum BULOG Kantor Cabang Mamuju melaksanakan penyaluran sembako melalui jaringan Rumah Pangan Kita (RPK) di wilayah Kabupaten Pasangkayu.
Langkah strategis ini diambil sebagai bentuk komitmen BULOG dalam mengendalikan inflasi daerah, khususnya untuk komoditas pangan esensial seperti beras, minyak goreng, dan gula pasir.
Mendekatkan Akses Pangan Murah ke
Masyarakat
Pelaksanaan program RPK 32 di Kabupaten Pasangkayu ini menyasar titik-titik strategis agar masyarakat dapat mengakses bahan pangan berkualitas dengan harga yang sesuai dengan Harga Eceran Tertinggi (HET) yang ditetapkan pemerintah.
Pimpinan Cabang Bulog Mamuju Norin Samma’ melalui Asisten Manager Pemasaran, Kartono Wijaya, menyampaikan bahwa kehadiran RPK di Pasangkayu diharapkan mampu memotong rantai distribusi yang panjang, sehingga harga di tingkat konsumen tetap stabil dan tidak melonjak.
” Kami terus berkomitmen untuk hadir di tengah masyarakat, memastikan pasokan pangan aman, dan harga tetap terjangkau. Melalui jaringan RPK ini, masyarakat Pasangkayu bisa mendapatkan sembako dengan kualitas prima dan harga yang bersahabat,” ujar Kartono Wijaya, Kamis, 09/07/26.
Dalam kegiatan ini, BULOG memasok sejumlah komoditas utama yang paling dibutuhkan oleh masyarakat, antara lain:
Beras Setra Ramos, Beras SPH, minyakita, minyak premium merk meteor, gula dan terigu yang semua nya dijual dengan harga terjangkau dan sesuai HET.
Bears SPHP (Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan): Menjadi primadona karena kualitasnya yang baik dengan.
Kegiatan ini juga mendapat respons positif dari Pemerintah Kabupaten Pasangkayu serta warga setempat. Warga mengaku sangat terbantu dengan adanya penyaluran sembako RPK ini, mengingat fluktuasi harga barang pokok di pasar terkadang memberatkan daya beli keluarga.
Ke depan, BULOG Mamuju berencana untuk terus memperkuat sinergi dengan pemerintah daerah dan memperluas jaringan RPK di berbagai desa/kelurahan di Pasangkayu, guna memastikan ketahanan pangan yang merata di seluruh wilayah Sulawesi Barat.




Komentar