News
Beranda » Berita » Meretas Ulang Peran Orang Tua, Guru, Negara, dan Sekolah dalam dunia pendidikan

Meretas Ulang Peran Orang Tua, Guru, Negara, dan Sekolah dalam dunia pendidikan

Mamuju — Dewan Pengurus Wilayah (DPW) Wahdah Islamiyah Sulawesi Barat sukses menyelenggarakan Seminar dan Dialog Kebangsaan bertajuk “Pendidikan Bukan Sendiri: Meretas Ulang Peran Orang Tua, Guru, Negara, dan Sekolah” di Aula Perpustakaan Daerah Provinsi Sulawesi Barat, Ahad, (12/07/2026).

Kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian Semarak Muktamar V Wahdah Islamiyah yang akan diselenggarakan pada Agustus 2026 akan datang.

Seminar diikuti sekitar 200 peserta yang didominasi oleh guru dari berbagai jenjang pendidikan, praktisi pendidikan, serta pemerhati dunia pendidikan.

Seminar dibuka secara resmi oleh Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Sulawesi Barat, Muhammad Nehru Sagena, S.IP., M.Si., yang juga tampil sebagai narasumber utama.

Dalam pemaparannya, Nehru menegaskan bahwa keberhasilan pendidikan tidak dapat dibebankan hanya kepada sekolah, melainkan membutuhkan keterlibatan seluruh unsur, mulai dari keluarga, masyarakat, hingga pemerintah.

Cek Kesiapan URC di Polresta Mamuju, Dirreskrimum Polda Sulbar Ingatkan Bahaya Radikalisme dan Kekerasan Anak

“Pendidikan bukanlah tanggung jawab satu pihak. Orang tua, guru, sekolah, masyarakat, dan negara harus berjalan bersama untuk melahirkan generasi yang unggul, berkarakter, dan siap menghadapi tantangan zaman,” ujarnya

Ia juga menilai kehadiran Wahdah Islamiyah sejalan dengan visi pembangunan Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat, khususnya dalam mewujudkan Panca Daya yang berorientasi pada pengembangan sumber daya manusia yang unggul dan berkarakter.

Narasumber kedua, Ketua Yayasan Pesantren Wahdah Islamiyah Mamuju, Ustaz Amiruddin, S.Pd., M.Pd., Gr., menekankan pentingnya pendidikan yang tidak hanya berorientasi pada prestasi akademik, tetapi juga pembentukan akhlak dan karakter peserta didik.

“Lembaga pendidikan Islam memiliki tanggung jawab besar dalam mencetak generasi yang cerdas secara intelektual, kokoh secara spiritual, dan mulia dalam akhlaknya. Ketiga aspek tersebut harus berjalan secara seimbang,” katanya.

Hari Pertama Sekolah, Personel Polresta Mamuju Awali Pagi dengan Mengantar Anak Sebelum Bertugas

Sementara itu, Ketua DPW Wahdah Islamiyah Sulawesi Barat M. Yamin Saleh dalam sambutannya menegaskan komitmen organisasi untuk terus berkontribusi dalam penguatan pendidikan yang holistik melalui berbagai program pembinaan keluarga dan pendidikan.

Ia juga mengajak seluruh kader Wahdah Islamiyah untuk menyukseskan Gerakan Ayah Mengantar Anak ke Sekolah sebagai salah satu langkah nyata meningkatkan keterlibatan orang tua, khususnya ayah, dalam proses pendidikan anak.

“Kami mengajak seluruh kader Wahdah Islamiyah untuk menyukseskan Gerakan Ayah Mengantar Anak ke Sekolah sebagai ikhtiar membangun kedekatan emosional antara ayah dan anak serta memperkuat kolaborasi keluarga dengan sekolah,” ungkapnya.

Antusiasme peserta terlihat sepanjang kegiatan, ditandai dengan tingginya partisipasi dalam sesi dialog dan diskusi. Seminar ini menjadi ruang bertukar gagasan antara pemerintah, praktisi pendidikan, guru, dan masyarakat untuk memperkuat sinergi dalam membangun sistem pendidikan yang lebih berkualitas di Sulawesi Barat.

Melalui seminar ini, Wahdah Islamiyah berharap terbangun kolaborasi yang semakin erat antara orang tua, guru, sekolah, dan pemerintah sehingga pendidikan mampu melahirkan generasi yang berilmu, berkarakter, serta memiliki integritas dalam menghadapi tantangan masa depan.

Jelang HUT Pertama, Pengurus IJS Majene Lakukan Kunjungan Koordinasi ke DPP di Mamuju

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

× Advertisement
× Advertisement