Mamuju
Beranda » Berita » kisah Yanti Anak Petani asal Pure Kalukku Raih Gelar Sarjana Dengan Penuh Perjuangan

kisah Yanti Anak Petani asal Pure Kalukku Raih Gelar Sarjana Dengan Penuh Perjuangan

Mamuju, Kabarsulbar.com – Suara riuh tepuk tangan menggema di dalam gedung wisuda hari itu, namun bagi Yanti, suara itu seolah sayup-sayup tenggelam oleh kilasan memori masa lalunya. Bayangan ayahnya yang mencangkul di bawah terik matahari dan ibunya yang menyeka peluh di sawah Lingkungan Pure Kelurahan Sinyonyo, Kecamatan Kalukku, Kabupaten Mamuju, Sulawesi abarat, mendadak melintas jelas.

Hari itu, Yanti resmi menyandang gelar Sarjana. Sebuah gelar yang tidak hanya ditulis di atas kertas, melainkan dipahat lewat tetesan keringat, air mata, dan doa yang tidak pernah putus.

​Bagi sebagian orang, kuliah mungkin adalah jalur hidup yang lumrah. Namun bagi keluarga Yanti di Lingkungan Pure, mengirim seorang anak ke perguruan tinggi adalah sebuah perjudian nasib yang teramat nekat. Sang ayah hanyalah seorang petani penggarap lahan kecil yang penghasilannya tidak menentu, tergantung pada musim dan harga pasar yang sering kali anjlok.

​Perjalanan Yanti meraih gelar sarjana dipenuhi dengan kerikil tajam. Sejak semester awal di Tahun 2021 lalu, ia sadar diri bahwa ia tidak bisa bermanja-manja seperti mahasiswa kebanyakan. Guna meringankan beban orang tuanya, Yanti memutar otak. Mulai dari berburu beasiswa, menjadi honore BPBD Kabupaten Mamuju selama empat tahun yang gajinya hanya cukup untuk bertahan hidup di rumah sewaan, hingga melakoni pekerjaan sampingan sebagai asisten rumah demi membayar biaya kuliah di Universitas Tomakaka (Unika) Mamuju jurusan Ilm Politik dengan IPK 3,58.

Foto: Yanti, S.ip

​”Tidur 3 sampai 4 jam sehari sudah jadi makanan biasa. Pulang kuliah langsung kerja sambilan, malamnya baru dipakai buat ngerjain tugas kampus. Kalau capek, saya cuma ingat bapak sama mamak di Pure yang lagi panas-panasan di sawah. Rasa lelah itu langsung hilang,” ungkap Yanti dengan suara bergetar.

Hasilkan Produk Unggulan, Warga Binaan Rutan Mamuju Buat Velg Khusus Truck & Bus

​Fase paling berat diakui Yanti terjadi saat memasuki tingkat akhir. Ketika biaya penyelesaian akhir menjelang wisuda pada tanggal 09 Juli 2026 kemarin, ia sempat hampir putus asa. Namun, di tengah kepungan ujian hidup tersebut, Yanti memilih menolak menyerah.

​Kegigihan itu akhirnya membuahkan hasil manis. Yanti tidak hanya berhasil lulus, tetapi juga meraih predikat kelulusan yang sangat memuaskan.

​Kisah sukses Yanti kini menjadi buah bibir dan inspirasi besar bagi warga di Lingkungan Pure. Ia menjadi bukti hidup bahwa keterbatasan ekonomi bukanlah dinding tebal yang mampu menghentikan langkah seseorang untuk menggapai mimpi setinggi langit.

​Saat prosesi pemindahan tali toga selesai, Yanti langsung berlari menghampiri kedua orang tuanya di bangku penonton. Di hadapan orang banyak, ia bersujud di kaki ayah dan ibunya, menyerahkan ijazah sarjana yang ia raih dengan penuh darah dan air mata.

Bank BRI Penyalur KUR Terbesar, Fokus Pemberdayaan UMKM

​” Gelar ini bukan punya Yanti, tapi punya bapak dan mamak. Ini bukti kalau anak seorang petani dari Pure juga bisa berdiri tegak di atas panggung wisuda,” ucapnya lirih di sela tangis bahagia keluarga tersebut.

​Kini, Yanti siap melangkah ke babak baru, membawa ilmu dan gelarnya untuk tidak hanya mengubah taraf hidup keluarganya, tetapi juga membangun tanah kelahirannya, Lingkungan Pure.

Jenjang pendidikan Yanti, S.ip sejak -Sekolah Dasar di SD inpres pure tahun -lulus 2015, SMP Negeri 1 Kalukku Tahun -lulus 2018, SMK Negeri 1 Mamuju Tahun lulus 2021.
-2021 masuk Kuliah Unuversitas tomakaka (Unika) Mamuju tahun lulus 2026 Jurusan ILMU POLITIK IPK 3,58.

Editor : 3nd@

Perkuat UMKM lewat Program Desa BRILiaN, BRI Bina 5.245 Desa

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

× Advertisement
× Advertisement