Keterangan gambar: Jajaran Rutan Mamuju gelar Bakti Sosial Pembersihan Fasilitas Ibadah di Gereja Katolik Santa Maria
MAMUJU – Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Mamuju menggelar kegiatan bakti sosial berupa pembersihan fasilitas ibadah di Gereja Katholik Santa Maria, Mamuju, Jumat (3/9). Kegiatan ini menjadi wujud kepedulian sosial sekaligus memperkuat semangat toleransi dan kerukunan antarumat beragama.
Kegiatan tersebut dipimpin oleh Kepala Subseksie Pengelolaan, Ardiansyah, S.H., bersama jajaran pegawai Rutan Mamuju, peserta magang Kementerian Ketenagakerjaan (Kemenaker), serta Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) yang tergabung dalam Pasukan Merah Putih.
Warga Binaan yang dilibatkan dalam kegiatan tersebut merupakan mereka yang telah memenuhi persyaratan substantif dan administratif serta telah mendapatkan persetujuan melalui Sidang Tim Pengamat Pemasyarakatan (TPP).
Dengan penuh semangat gotong royong, seluruh peserta bersama-sama melakukan pembersihan di sejumlah fasilitas dan lingkungan Gereja Katholik Santa Maria. Kegiatan berlangsung dengan tertib dan penuh kebersamaan.
Kepala Subseksie Pengelolaan, Ardiansyah, S.H., mengatakan bahwa kegiatan tersebut memberikan pengalaman positif bagi Warga Binaan dalam membangun hubungan sosial dengan masyarakat.
“Kegiatan seperti ini menjadi salah satu bentuk pembinaan yang dapat memberikan pengalaman kepada Warga Binaan untuk belajar bertanggung jawab, bekerja sama, serta menghargai keberagaman yang ada di masyarakat. Tentunya pelibatan mereka telah melalui proses sesuai ketentuan dan hasil Sidang TPP,” ungkapnya.
Sementara itu, dikonfirmasi secara terpisah, Karutan Mamuju, Sudirman, S.E., S.H., menyampaikan bahwa kegiatan bakti sosial ini merupakan bentuk nyata kepedulian Rutan Mamuju terhadap lingkungan masyarakat sekaligus menjadi bagian dari proses pembinaan bagi Warga Binaan.
“Melalui kegiatan ini, kami ingin menumbuhkan rasa kepedulian, tanggung jawab, dan semangat gotong royong kepada Warga Binaan. Mereka juga diberikan kesempatan untuk berkontribusi secara positif di tengah masyarakat dengan tetap memperhatikan ketentuan dan persyaratan yang berlaku,” ujar Karutan.
Kegiatan bakti sosial ini diharapkan tidak hanya memberikan manfaat dalam menciptakan lingkungan fasilitas ibadah yang bersih dan nyaman, tetapi juga menjadi sarana pembentukan karakter bagi Warga Binaan agar memiliki kepedulian sosial serta mampu memberikan kontribusi positif ketika kembali ke tengah masyarakat.




Komentar