MAJENE — Respons cepat kembali ditunjukkan personel TNI dari Kodim 1401/Majene saat terjadi kebakaran lahan. Setelah menerima informasi, Kapten Inf Wardi Danramil 1401-03/Sendana, memimpin langsung personelnya menuju lokasi kebakaran di Dusun Bodi, Desa Binanga, Kecamatan Sendana, Kabupaten Majene, Minggu (6/9/2026).
Kebakaran lahan tersebut terjadi pada Sabtu (5/9/2026) sekitar pukul 09.00 WITA di area perbukitan. Saksi bernama Supriadi (42), yang saat itu melintas, melihat asap tebal dari atas perbukitan Dusun Bodi. Informasi tersebut kemudian dilaporkan kepada pihak terkait, termasuk kepada Babinsa Desa Binanga.
Menerima informasi tersebut, Kapten Inf Wardi segera memerintahkan personel jajarannya menuju lokasi kebakaran dan berkoordinasi dengan Pemadam Kebakaran serta pihak terkait lainnya. Personel Koramil 1401-03/Sendana bersama petugas Damkar kemudian bergerak menuju titik api untuk melakukan pemadaman.
“Lokasinya memang bisa dijangkau, tetapi karena berada di atas perbukitan dan banyak terdapat rumpun bambu kering, pemadaman cukup sulit dilakukan. Ditambah angin yang cukup kencang membuat api cepat menyebar. Kami bersama Damkar dan pihak terkait terus berupaya memadamkan titik api yang masih bisa dijangkau,” ujar Kapten Inf Wardi.
Hal serupa disampaikan Babinsa Koramil 1401-03/Sendana, Koptu Aris Supriyanto, yang ikut bersama petugas Pemadam Kebakaran menuju titik api. Menurutnya, petugas harus melakukan pemadaman secara bertahap karena kondisi medan cukup terjal dan terdapat banyak bambu dan daun kering yang mudah terbakar.
“Kami bersama petugas Damkar langsung menuju titik api. Beberapa titik sudah berhasil dipadamkan, tetapi masih ada bagian yang sulit dijangkau karena medannya cukup terjal dan banyak bambu dan daun kering. Kami tetap melakukan penyisiran dan pemantauan agar api tidak kembali membesar,” kata Koptu Aris.
Setelah berhasil memadamkan beberapa titik api, personel Koramil 1401-03/Sendana bersama Pemadam Kebakaran dan pihak terkait lainnya tetap berjaga dan melakukan pemantauan di sekitar lokasi. Langkah tersebut dilakukan karena masih terdapat beberapa titik api yang sulit dijangkau serta untuk mencegah api kembali meluas ke area lainnya.




Komentar